Petani Pulau Padang Bantah Ditunggangi LSM Asing

Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang (FKM-PPP) membantah aksinya ditunggai oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing yang tujuannya untuk merusak harga kertas Indonesia di internasional.

“Ini tudingan yang tidak berdasar. Ini hanya upaya dari sejumlah elit untuk mendiskreditkan perjuangan rakyat Pulau Padang,” kata Koordinator FKM-PPP, Muhammad Riduan, di Jakarta (14/2/2012).

Tudingan tersebut dilancarkan oleh anggota DPR RI, Firman Subagyo, yang juga menjabat Ketua Tim Penyelesaian Konflik Pulau Padang.

Menurut Riduan, tudingan palsu semacam ini sudah sering dilancarkan oleh elit politik kepada rakyat Pulau Padang. “Ini sudah kesekian kalinya. Sudah banyak politisi dan media yang berusaha membangun opini menyesatkan itu,” kata Riduan.

Riduan mengatakan, perjuangan petani Pulau Padang sudah muncul sejak lama, yakni sejak 10 Desember 2009, saat warga membentuk Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Kabupaten Kepuluan Meranti (FMPL-KM).

“Selama bertahun-tahun perjuangan itu tidak bisa dimatikan. Rakyat mengumpulkan dana perjuangan sendiri secara sukarela. Modal perjuangan petani adalah semangat memperjuangkan haknya yang dirampas,” kata Riduan.

Riduan juga membantah tudingan bahwa petani Pulau Padang merupakan perambah hutan dan melakukan illegal logging. “Silahkan pemerintah mengusut tudingan illegal loggin tersebut. Kalau terbukti, silahkan diberikan sanksi yang berat,” kata Riduan.

Sebelumnya, tudingan serupa juga dilancarkan oleh tiga anggota DPR, yakni Wan Abu Bakar, Ian Siagian dan Adi Sukemi. Konon, menurut pengakuan masyarakat Pulau Padang, anggota DPR tersebut sudah bermain-main dengan PT. RAPP.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut