Eric Toussaint: Rakyat Yunani Episenter Krisis Kapitalisme

Presiden Komite Penghapusan Utang Dunia Ketiga (CADTM), Eric Toussaint, mengungkapkan, kita sekarang ini sedang menghadapi krisis terburuk dalam sistem kapitalisme dunia.

“Tapi, kapitalisme tidak akan mati secara damai, kematian alami. Krisis ini adalah bagian dari metabolism kapitalisme. Karena itu, hanya tindakan sadar oleh massa rakyat yang dapat menghancurkan dan menggantikan kapitalisme untuk membuka jalan menuju sosialisme demokratis,” katanya.

Eric Tousssaint, pemikir politik yang gigih menentang kapitalisme, mengungkapkan kata-kata itu di depan pertemuan pemuda  SYRIZA—partai koalisi kiri radikal di Yunani, pada 6 Oktober 2012 lalu.

Lebih lanjut, Toussaint mengungkapkan, rakyat Yunani sekarang ini menjadi episenter dari krisis kapitalisme. Dengan demikian, cara atau strategi rakyat Yunani memobilisasi diri menghadapi dan merespon krisis kapitalisme ini akan menjadi faktor krusial untuk menemukan solusi internasional.

“Anda berada di episenter baik krisis maupun solusi krisis ini,” tegasnya.

Toussaint mengingatkan, tujuh tahun yang lalu, episenter alternatif terhadap kapitalisme muncul di Amerika Selatan, yakni Venezuela, Ekuador, dan Bolivia. Yaitu, ketika Chavez mengatakan pada tahun 2005, bahwa ia tak lagi percaya dengan “jalan ketiga”; dan ia merasa harus ada sosialisme dunia abab 21.

“Rakyat Venezuela, Ekuador, dan Bolivia telah menunjukkan kepada dunia, bahwa sangat mungkin untuk melawan serangan kapitalis. Juga, katanya, ketiga negara itu sudah menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk menerapkan kebijakan redistribusi kekayaan, mensosialisasikan perusahaan strategis, dan kontrol terhadap sumber daya alam.

“Mereka telah melakukannya, dan mereka masih berkuasa dalam pemerintahan. Dan mari kita berharap bahwa besok, 7 Oktober 2012, Chavez terpilih kembali sebagai Presiden Venezuela,” pintanya.

Lebih jauh lagi, Eric Toussaint juga mengungkapkan, rakyat Yunani telah memberi pelajaran besar bagi Eropa dalam tiga tahun ini. “Mereka melawan. Mereka telah mengorganisir dan ambil bagian dalam 14 pemogokan umum,” kata Eric, merujuk pada pengalaman partai Syriza.

Yang lebih mendasar, ujar Eric Toussaint, sekalipun kalah dalam pemilu, banyak rakyat Yunani yang memilih proposal radikal Syriza. Syriza merupakan gabungan dari 12 organisasi politik kiri-radikal.

Dalam pidatonya, Eric Toussaint juga menyinggung soal utang luar negeri. Ia menyerukan agar rakyat Yunani menangguhkan pembayaran utang negaranya. Toussaint pun merujuk pada pengalaman tiga negara yang sukses menangguhkan pembayaran utangnya, Argentina, Ekuador, dan Islandia.

Pada Desember 2001, Argentina menghentikan membayar utangnya sebesar 90 miliar dollar. Alhasil, sejak tahun 2003, ekonomi Argentina tumbuh 4 hingga 7%. Ekuador juga melakukannya pada November 2008 dan Juni 2009. Akhirnya negara amerika latin ini berhasil mendapat pengurangan hutang sebesar 65%.

Islandia, yang mengalami dampak serius keruntuhan perbankan pada tahun 2008, juga menolak membayar utangnya kepada Inggris dan Belanda. Hasilnya, ekonomi Islandia membaik dan berhasil tumbuh 3%.

Meski demikian, Eric Toussaint menegaskan, pembayaran utang tanpa mengubah model ekonomi dan politik yang tak adil, tidak akan memungkinkan Yunani membangun alternatif untuk melayani kepentingan rakyatnya.

Menutup pidatonya, Toussaint kembali mengingatkan, ada beberapa scenario sehubungan dengan semakin memburuknya krisis kapitalisme. Yang pertama, semakin menguatnya otoritarianisme, bahkan berpotensi melahirkan neo-fasisme. Yang kedua, akibat tekanan rakyat, ada usaha menciptakan kapitalisme yang diatur, yaitu keynesianisme, yang dipraktekkan tahun 1950-an dan 1960-an. Dan kemungkinan ketiga adalah proposal yang melampaui sistim kapitalisme, yaitu sosialisme abad 21.

Raymond Samuel 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut