LMND: RUU Kamnas Pro Modal Asing!

Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Arif Fachruddin Ahmad, menganggap RUU Keamanan Nasional (Kamnas) sangat mungkin dipergunakan rezim berkuasa untuk melindungi kepentingan modal asing di Indonesia.

“Ini sangat beralasan. Kita tahu, rezim SBY sangat patuh menjalankan agenda neoliberalisme di Indonesia, termasuk mengundang investasi asing. Di sisi lain, pencaplokan tanah milik rakyat telah memicu perlawanan,” ungkap Arif.

Dalam konteks itu, menurut Arif, investor asing pasti menginginkan jaminan keamanan dalam berinvestasi. Dengan demikian, RUU Kamnas akan menjadi payung-hukum untuk pengerahan pasukan militer untuk melindungi asset-aset asing.

Lebih lanjut, Arif melihat, beberapa pasal dalam RUU Kamnas sangat mungkin diarahkan untuk mengamankan modal asing. Ia mencontohkan, pada pasal 17 (4) diatur ketentuan bahwa ancaman potensial dan non-potensial akan diatur oleh Kepres.

“Pasal ini sangat mudah untuk dimanipulasi. Bisa saja nanti gangguan terhadap investasi, atau demonstrasi ke kantor perusahaan asing, dianggap ancaman potensial bagi kepentingan nasional,” ungkapnya.

Selain itu, Arif menganggap, cara-pandang yang diadopsi oleh RUU Kamnas masih memeluk doktrin orde baru. Maksudnya, cara pandang penyusun RUU ini merumuskan ancaman keamanan nasional selalu mengarah ke internal.

Di samping itu, Arif menambahkan, konsep keamanan nasional yang dianut RUU Kamnas masih sebatas keamanan territorial. Akibatnya, aktivitas korporasi asing mengeruk dan merampok kekayaan alam tidak dianggap ancaman.

“Harusnya, konsep keamanan ini bukan hanya melindungi rakyat, tetapi juga asset ekonomi nasional, politik, dan sosial-budaya,” tegasnya.

Dalam aspek lain, Arif menganggap RUU ini sangat potensial mengembalikan militer ke panggung politik. Padahal, semangat reformasi menghendaki agar militer melalukan reformasi internal, kembali ke barak, dan lain-lain.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut