Perjuangkan Korban Bencana, Ketua LMND Sikka Ditangkap

Kriminalisasi terhadap aktivis yang memperjuangkan rakyat masih terus terjadi. Begitulah yang menimpa aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Siang (3/1/2013) tadi, Ketua LMND Sikka, Yohanes Kia Nunang (Los Morenos), ditangkap pihak kepolisian. Pihak kepolisian beralasan, penangkapan itu dilakukan karena adanya pelaporan dari seorang camat.

“Info yang kami dengar, kawan Yohanes dituding melakukan pengrusakan mobil dan mengancam si camat,” kata Ricki, Sekretaris LMND Provinsi NTT.

Saat ini, Yohanes sudah ditahan di Polres Maumere. Pihak kepolisian sendiri belum memberikan alasan resmi terkait penangkapan tersebut.

Menurut Ricki, penangkapan Ketua LMND Sikka ini sangat terkait dengan keterlibatannya dalam advokasi rakyat korban bencana letusan gunung Rokatenda di kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT.

Sebelumnya, pada tanggal 28 dan 29 Desember 2012, aktivis LMND Sikka bersama dengan ribuan warga Palue menggelar aksi massa di kantor DPRD Sikka. Mereka mempertanyakan tidak adanya perhatian Pemda Sikka terhadap para korban bencana.

Tak hanya itu, warga juga memprotes tidak adanya tanggap darurat dari pihak pemerintah. Awal November 2012, 60-an KK warga Palue mengungsi desa ropa, kecamatan maurole dan Nangahure.

Namun, tanpa alasan yang jelas, Pemda meminta warga kembali ke kampung halamannya. Padahal, di kampung halamannya, tidak ada lagi air minum, bahan makanan, dan obat-obatan. Sudah begitu, bau belerang sangat menyengat.

Gunung Rokatenda, yang terletak di Palu’e, Kabupaten Sikka, meletus pada tanggal 21 Desember 2012 lalu. Ribuan warga terpaksa harus mengungsi ke berbagai tempat di Sikka dan Maumere.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut