Peringati Harkitnas, Mahasiswa Anggap Indonesia Masih Terjajah

Kamis, 21 Mei 2010 | 19.47 WIB | Kabar Rakyat

Laporan: Silvia Akbar

BANDAR LAMPUNG, Berdikari Online: Merespon peringatan Hari Kebangkita Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2010 hari ini, puluhan aktivis LMND menggelar aksi massa di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Kamis, (21/5).

Dalam aksinya mahasiswa menggelar aksi teatrikal dan berusaha menggambarkan masih eksisnya penindasan kolonial hingga saat ini. Mahasiswa menggambarkan seorang presiden pro-neoliberalisme sebagai agen penjajahan baru.

Ketua LMND Lampung Lamen Hendra Saputra mengatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional telah kehilangan roh-nya, karena kehidupan real rakyat Indonesia masih memperlihatkan adanya eksploitasi dan penindasan kolonial.

“Kami menyebut tahun ini sebagai keterpurukan. SBY telah membawa ini menuju pintu gerbang kehancuran dan kolaps sebagai sebuah bangsa,” tegasnya.

Dia mencontohkan, Indonesia merupakan pemilik garis pantai terpanjang kedua di dunia, tapi negara ini telah menempatkan diri sebagai negara pengimpor garam dari luar. “Ini merupakan ekspresi kolonial, dimana industri dan produksi dalam negeri memang sengaja dihambat dan dimatikan, supaya tetap bergantung kepada negeri penjajah,” jelasnya.

Dalam aksi itu, mahasiswa juga menguntuk penangkapan 19 orang aktivis di Buton, Sulawesi Tenggara, saat memperjuangkan kepentingan rakyat. LMND menilai sikap kepolisian tidak berbeda jauh dengan perilaku polisi kolonial.

Mereka menuntut agar seluruh aktivis dan rakyat yang tertangkap segera dibebaskan tanpa syarat. Disamping itu, mereka menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan investigas dan penangkapan terhadap pejabat Pemda Buton.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut