Peringati Harkitnas, Mahasiswa Indonesia dan Timor Leste Gelar Mimbar Bebas Bersama

Jumat, 21 Mei 2010 | 03.04 WIB | Kabar Rakyat

Laporan: Yovinianus Mado Toulwala

KUPANG, Berdikari Online: Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ternyata tidak hanya diperingati oleh mahasiswa dan rakyat Indonesia. Di Kupang, NTT, mahasiswa asal Timor Leste turut berpartisipasi dalam mimbar bebas untuk Harkitnas di depan kampus Universitas Widya Mandira Kupang, Kamis (20/5).

Dalam mimbar bebas itu, baik mahasiswa Indonesia maupun Timor Leste, keduanya menyoroti soal perlunya pengakuan kedaulatan politik nasional dan self determination. Sebab, sampai sekarang ini, negara-negara imperialis masih terus berusaha mengganggu kedaulatan politik bangsa-bangsa lain.

Ketua LMND Kupang, Kristoforus A. Seno, saat menyampaikan pidato politik mengatakan, perjuangan pembebasan nasional merupakan tugas histories bagi bangsa-bangsa terjajah untuk keluar dari penindasan dan penghisapan bangsa lain.

“Kita patut memuji perjuangan pembebasan nasional kawan-kawan di Timor Leste. Di sana, meskipun baru saja bebas dan merdeka, pendidikannya bisa diakses secara gratis,” ujarnya.

Kristoforus berharap, rakyat Indonesia bisa membangkitkan elang patriotiknya sehingga bisa mengobarkan kembali perjuangan nasional untuk merebut kedaulatan nasional. Dengan kedaulatan nasional, menurut penjelasan dia, bangsa Indonesia punya ruang dan kesempatan untuk menggunakan segala potensi nasional untuk kesejahteraan rakyat.

Selain isu-isu di atas, massa gabungan dari LMND, PRD, SRMI, Jaker, dan PERMASTIL ini juga menyoroti soal pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Timor Leste saat pendudukan militer Indonesia.

Mereka juga menyoroti soal penangkapan 19 aktivis di Buton, Sulawesi Tenggara. Mereka menuntut agar pihak kepolisian membebaskan seluruh aktivis dan warga yang tertangkap. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut