Peringati 12 Reformasi, Mahasiswa Jogja Tabur Bunga di Titik Nol Kilometer

Sabtu, 22 Mei 2010 | 01.28 WIB | Kabar Rakyat

JOGJAKARTA, Berdikari Online: Peringatan 12 tahun reformasi di Jogjakarta dipusatkan di titik nol kilometer, kawasan perempatan Kantor Pos Besar Jogjakarta, Jumat (21/5). Di tempat itu, para aktivis Gerakan Rakyat Bersatu (GRB) menabur bunga sebagai ekspresi keprihatinan atas matinya semangat reformasi.

Menurut Edi Susilo, salah satu peserta aksi ini, perjuangan reformasi telah disapu oleh sebuah banjir bah bernama neoliberalisme. “Banjir bah ini tidak hanya membuat bangsa kita tidak berdaulat. Tapi, lebih para lagi, ratusan juta rakyat kita pun hanyut dalam kemiskinan,” ujarnya.

Itu terjadi, menurut dia, karena pemerintahan saat ini cenderung mengamalkan kebijakan neoliberalisme dan menjadi agen dari kepentingan asing. Pemerintah sekarang lebih patuh kepada lembaga asing seperti bank dunia ketimbang pada amanah penderitaan rakyat.

Dikatakannya, salah satu inti perjuangan reformasi adalah penghapusan KKN, tetapi kini malah dikembang-biakkan oleh pemerintahan sekarang. “Korupsi sekarang seperti dipelihara. Para pelakunya mendapat perlakuan yang baik dan terhormat,” tegasnya.

Selain itu, Edi menyoroti soal ruang demokrasi yang terus dipukul mundur, terutama mengenai kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan kritik terhadap pemerintah. Ada banyak kasus kriminalisasi terhadap perjuangan rakyat, diantaranya di Telaga Raya dan Buol. (Ks)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut