Venezuela Siapkan Misi Sosial Untuk Bebaskan Anak-Anak Dan Remaja Dari Kemiskinan

Anak-anak dan generasi muda adalah calon pelanjut di masa depan. Karena itu, negara harus menyiapkan prasyarat dan kondisi yang memungkinkan mereka bisa mengembangkan diri, baik secara fisik maupun mental. Salah satunya adalah membebaskan mereka dari kemiskinan ekonomi.

Sadar akan hal itu, pemerintahan progressif di Venezuela kembali merancang sebuah misi sosial baru yang khusus untuk anak-anak dan pemuda/pemudi usia di bawah 18 tahun agar mereka bisa terbebas dari kemiskinan.

Menurut Menteri Informasi dan Komunikasi Venezuela, Andres Izarra, program misi sosial baru untuk anak-anak dan remaja itu akan dimulai pada 8 Desember mendatang.

Sementara itu, menurut Presiden Hugo Chavez, program akan melayani perempuan hamil dan remaja berusia di bawah 18 tahun. Selain itu, program ini juga akan dikhususkan kepada anak-anak penyandang cacat tanpa memandang umur.

Pada awalnya, program ini dirancang untuk anak-anak usia dibawah 16 tahun. Namun, setelah mengalami pendiskusian lebih lanjut, disepakati untuk untuk menambah usia layanan program ini menjadi 18 tahun ke-bawah.

Melalui program ini, wanita hamil dan remaja akan menerima dana sebesar 430 bolivar ($ 100) setiap bulannya. Sementara remaja dan anak kecil penyandang cacat, terlepas dari umur mereka, akan menerima 600 bolivar ($ 139.5) per bulan.

Di Venezuela, sebuah keluarga dinyatakan miskin jika kepala keluarga tidak punya pekerjaan alias menganggur atau pendapatan keluarga berada di bawah upah minimum.

Nantinya, setiap keluarga miskin diwajibkan untuk membuat rekening baru untuk menerima dana bulanan. Kemudian, setelah menerima dana tersebut, diharuskan mengembangkan usaha produktif melalui kerjasama dengan komunitas.

Sebelumnya, pada tahun 2009, Venezuela juga meluncurkan misi sosial untuk membantu ibu hamil melahirkan dan merawat anaknya. Program tersebut diberi nama ““Niño Jesus” (Baby Jesus). Program ini untuk memastikan bahwa setiap ibu di Venezuela bisa melahirkan dengan baik dan aman.

Sebagian besar program sosial Chavez ini didanai dari keuntungan minyak. Karena itu, oposisi sayap kanan pun menuding Chavez tidak mampu untuk mengurusi pengelolaan kekayaan alam, khususnya minyak. Chavez juga dituding menjual harga minyak terlalu rendah.

Menjawab kritikan itu, Chavez mengungkapkan bahwa selama rejim kanan memerintah Venezuela keuntungan dari minyak semuanya terbang keluar negeri. Saat itu, korporasi minyak dari negeri-negerui imperialis hanya membayar pajak 1% kepada pemerintah Venezuela.

Sekarang, sebagian besar kekayaan minyak dikuasai oleh perusahaan negara (PDVSA). Sedangkan perusahaan asing yang mengelola minyak Venezuela dikenai kewajiban untuk membayar pajak minium 33%.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Bravo Chaves..
    Berbahagialah Generasi Venezuela yang berada di bawah rezim Chaves.
    perlu dilakukan pertukaran pemuda antara Indonesia dan Venezuela atau minimal pemuda Indonesia perlu belajar banyak di negara Venezuela.

    Salam
    Ven