Peringatan 12 Tahun Reformasi Di Ambon Berakhir Bentrok

Sabtu, 22 Mei 2010 | 02.06 WIB | Kabar Rakyat

AMBON, Berdikari Online: Peringatan 12 tahun reformasi di kota Ambon, Maluku, Sabtu (21/5) diwarnai bentrokan. Setidaknya 3 orang peserta aksi dilaporkan terluka dan 4 orang mahasiswa lainnya ditangkap oleh kepolisian.

Menurut kronologi yang dikirimkan ke Berdikari Online, pemicu dari bentrokan ini sebetulnya tidak jelas, namun tiba-tiba polisi mengamuk dan menyerang massa mahasiswa yang sedang menjalankan aksi di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Sebelumnya, mahasiswa melakukan aksi konvoi di sejumlah jalan-jalan utama, tempat kantor pemerintahan kota Ambon berpusat. Setelah itu, mahasiswa bergerak menuju Polresta Ambon untuk bergabung dengan aksi para jurnalis yang sedang mengutuk kekerasan terhadap jurnalis.

Dari situ, mahasiswa bergerak bersama menuju kantor PN Ambon untuk menyampaikan protes terkait pemukulan terhadap seorang jurnalis. Tidak berselang begitu lama, tiba-tiba terjadilah bentrokan itu.

Menurut Ketua LMND Ambon Nuzul Lulang, tindakan kekerasan Polres Ambon sangat tidak berdasar dan terkesan sangat arogan. “Polisi lebih bertindak seperti preman, tidak lagi menjadi pelayan rakyat,” ujarnya.

Setelah dibubarkan polisi, mahasiswa kembali menggelar aksi solidaritas untuk pembebasan kawan-kawan mereka yang tertangkap. Usaha itu tidak sia-sia, karena mahasiswa yang tertangkap akhirnya dibebaskan oleh Polisi. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut