Penghianat dan Pejuang

Menjelang Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-66, sebuah kabar penting berhembus dari istana. Menurut Julian Aldrin Pasha, juru bicara Kepresidenan, Presiden SBY akan menyerahkan tanda jasa berupa bintang Adiprana kepada 30 orang. Diantara penerima itu adalah Ani Yudhoyono (istri presiden SBY), Aburizal Bakrie, dan Sri Mulyani Indrawati.

Kami sangat kaget dengan pengumuman itu. Mengingat bahwa beberapa nama yang disebutkan di atas belum punya kontribusi terhadap bangsa. Bahkan, sebaliknya, sebagian dari nama-nama itu adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas kerusakan bangsa saat ini.

Ani Yudhoyono, misalnya, dikabarkan mendapat penghargaan karena perannya mendampingi Presiden SBY dalam tujuh tahun memerintah Indonesia. Tanda jasa serupa juga akan diserahkan kepada Shinta Abdurrahman Wahid (istri Gus Dur), Taufiq Kiemas (Suami Megawati), Ibu Asmaniah Titin Kartini Hamzah Haz (Istri Hamzah Haz), Ibu Mufidah Jusuf Kalla (Istri Yusuf Kalla).

George Aditjondro, penulis buku “Gurita Cikeas”, pernah mengungkap perkembangan bisnis Ani Yudhoyono selama suaminya memerintah. Bisnis keluarga keluarga Ani Yudhoyono itu bergerak di bidang kehutanan di bawah bendera PT Wanatirta. George Aditjondro juga mengungkap hubungan antara Artalyta Suryani (Ayin), si penyuap kelas kakap itu, dengan Ani Yudhoyono.

Lalu, ada nama Aburizal Bakrie. Pemilik Bakrie Group ini bertanggung-jawab atas tenggelamnya sejumlah kampung di Sidoarjo akibat luapan lumpur dari perusahaannya. Aburizal Bakrie juga dianggap bermasalah karena mengemplang pembayaran pajak sejumlah perusahaannya.

Sedangkan Sri Mulyani (SMI), juga guru-gurunya di Mafia Barkeley, adalah perusak paling utama bangsa ini, setidaknya sejak berakhirnya kolonialisme. Kelompok Mafia Berkeley-lah yang membawa ekonomi Indonesia kembali ke semi-kolonial, dimana modal asing begitu menguasai dan mengontrol ekonomi nasional.

SMI juga terlibat dalam mega-skandal Bank Century. Tetapi ia dan Budiono bisa mengelak dari penyelidikan kasus itu. Maklum, negara kita adalah negara neoliberal. Tidak mungkin negara neoliberal memakan anaknya sendiri.

Tetapi, diluar sana ada banyak sekali orang-orang yang berjasa kepada bangsa dan rakyat, tetapi tidak pernah mendapat tanda jasa dari pemerintah. Sebut saja atlet-atlet yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa, anak-anak Indonesia yang cerdas yang menang Olimpiade ilmu pengetahuan, seniman-seniman yang mengharumkan nama bangsa, pemuda-pemuda yang rela hidup susah hanya untuk membela dan memperjuangkan rakyat yang tertindas, dan banyak lagi.

Bahkan, ada banyak sekali pejuang kemerdekaan, yang hanya karena mereka berideologi kiri atau sosialis, tidak pernah mendapat pengakuan dari negara. Sebut saja: Amir Sjarifoeddin, Tan Malaka, Alimin, dan lain-lain. Bahkan, bapak pendiri bangsa kita, Bung Karno, belum pernah benar-benar dibersihkan namanya oleh pemerintah. Padahal, Orde Baru cukup lama berusaha memendarkan jasa-jasa perjuangan beliau.

Pemerintahan SBY bukanlah lupa akan sejarah. Mereka sengaja abai terhadap sejarah, karena mereka sudah punya ibu pertiwi baru: Imperialisme Amerika Serikat!

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • JABARULLAIL

    MENJADIKAN AMERIKA SERIKAT SEBAGAI IBU PERTIWI ADALAH SEBUAH KEJAHATAN BESAR’AMERIKA ADALAH NEGARA TERORIS SESUNGGUHNYA AMERIKA ADALAH RAMPOK,PERAMPOK KEKAKAYAAN ALAM NEGARA2 LAIN,AMERIKA ADALAH FIR’AUN MASA KINI DAN AMERIKA ADALAH DAJJAL YANG SUKA BIKIN FITNAH DAN PANDAI MEMUTAR BALIKAN FAKTA.MENJADI PENGIKUT AMERIKA SAMA HALNYA DENGAN MENJADI PENGIKUT IBLIS!!www.indonesia merdeka anti imperialisme amerika.com