Pendataan KJS Diusulkan Melalui RT/RW

Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) bekerjasama Dinas Kesehatan DKI Jakarta menggelar sosialisasi program kesehatan di Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat (1/7/2013)

Selama ini, proses pendaftaran Kartu Jakarta Sehat (KJS) hanya melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Warga DKI Jakarta, dengan bermodalkan KTP/KK, dapat mendaftarkan diri secara langsung di Puskesmas sesuai domisili masing-masing.

Namun, bagi pengurus RT/RW di Kelurahan Kali Anyar, Tambora, Jakarta Barat, metode itu dianggap kurang efektif. “Di sini, pengurus RT/RW selalu dikejar-kejar soal KJS. Ya, kami tidak tahu, karena proses pendataan dan pendaftarannya ada di Puskesmas,” kata seorang warga dalam diskusi Sosialisasi KJS di Aula Kelurahan Kali Anyar.

Menanggapi pertanyaan itu, Sudahim, seorang petugas dari Puskesmas Kali Anyar, menyatakan bahwa pihak yang berhak mengeluarkan KJS memang hanya Puskesmas. “Itu sesuai dengan arahan Dinas Kesehatan dan Pemda DKI Jakarta,” katanya.

Persoalan itu terungkap saat acara sosialisasi Kartu Jakarta Sehat (KJS) di Aula Kelurahan Kali Anyar, Jakarta Barat, Kamis (4/7/2013). Acara ini digelar atas kerjasama Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh pengurus RT/RW se-kelurahan Kali Anyar, LKM, dan Karang Taruna. Dalam pertemuan itu, pengurus RT/RW mengusulkan agar pendataan KJS bisa melalui RT/RW saja agar tepat sasaran.

Selain soal pendataan dan pendaftaran KJS, hal lain yang ditanyakan oleh warga adalah soal warga adalah mereka yang belum punya KJS tetapi mengantongi kartu Gakin dan Jamkesmas.

Perwakilan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Yudhita Endah Primaningtyas, menyatakan bahwa hal itu dimungkin asalkan warga tersebut memang belum punya KJS. “Kalau ada Rumah Sakit yang menolak, tulis kronologisnya dan laporkan ke Dinas Kesehatan. Nanti kita tindak lanjuti,” ujar Yudhita Endah yang menjadi Narasumber dalam diskusi sosialisasi KJS ini.

Sementara itu, Ketua SRMI DKI Jakarta M Setio Ajiono menekankan pentingnya partisipasi warga dalam proses pendataan, pendaftaran, dan pengawasan program KJS. “Supaya program ini benar-benar bisa berjalan efektif dan menjangkau langsung rakyat yang membutuhkan, maka perlu ada partisipasi luas dari warga sendiri,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Kali Anyar, jumlah pendaftar KJS sudah mencapai 4 ribuan orang. Setiap harinya, pendaftar KJS bisa mencapai 20-an orang.

Henri Anggoro

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut