Penari Muda Palestina Dipenjara Oleh Israel Karena Ikut Aksi Protes

Lina Khattab (2)

Tanggal 16 Februari lalu, Pengadilan Militer Israel menjatuhkan hukuman penjara selama 6 bulan plus denda 6000 NIS (atau 1500 dollar AS) kepada seorang penari muda Palestina.

Penari muda tersebut bernama Lina Khattab (18 tahun). Ia adalah anggota grup tari terkenal, El-Punoun. Selain itu, ia juga dikenal sebagai  mahasiswi di Universitas Birzeit, yang berlokasi di dekat Ramallah, Palestina.

Dia ditangkap oleh militer Israel pada tanggal 13 Desember lalu. Saat itu, Lina bersama kawan-kawannya sesama mahasiswa di Universitas Birzeit sedang menggelar aksi protes di penjara militer Ofer Israel. Mereka bersolidaritas terhadap para tahanan politik Palestina.

Pengadilan militer Israel mendakwa Lina dengan tuduhan ‘melempar batu’ dan ‘berpartisipasi dalam demonstrasi yang melanggar hukum’. Tuduhan semacam ini sering dipergunakan oleh militer Israel terhadap setiap orang Palestina yang berpartisipasi dalam aksi protes menentang pendudukan Israel.

El-Punoun, grup tari tempat Lina bergiat, telah menggunggah sebuah video yang memperlihatkan bagaimana Lina ditangkap oleh militer Israel dan dimasukkan paksa ke dalam mobil.

Lina ditahan oleh militer Israel selama dua bulan dan menghadiri 10 kali persidangan di pengadilan militer. Pada sidang tanggal 25 Januari, proses persidangan berlangsung tertutup. Keluarga dan pengamat dilarang menghadiri persidangan.

“Lina dibawa ke Pengadilan, dikelilingi oleh barisan tentara yang banyak. Tangan dan kakinya diborgol. Pengadilan tidak mengijinkan saya menyentuh dan berbicara dengan dia,” kata Samira Shaladeh, ibunda dari Lina Khattab.

Di penjara Ofer, Ia berhadapan dengan cuaca dingin dan dinding penjara yang lembab. Tidak hanya berhadapan dengan kondisi penjara yang buruk, Lina juga diperhadapkan dengan penyiksaan dan metode investigasi yang kejam. Tak lama kemudian, ia dipindah ke penjara HaSharon. Di sini penyiksaan tidak berhenti.

Menurut kesaksian ibunya, kendati berhadapan dengan siksaan dan kondisi buruk penjara, Lina tetap bersemangat dan bermoral tinggi. Ia konsisten menolak tuduhan militer Israel terhadap dirinya.

“Lina mewakili seluruh rakyat Palestina yang terusir dari tanahnya dengan kekuatan senjata. Setiap hari pasukan pendudukan melancarkan serangan, membunuh dan menghancurkan, menangkap, menghancurkan tempat ibadah, mengambil lahan petani dan mendirikan pemukiman baru,” kata Samira, ibunda Lina.

Sahar Francis, Direktur dari Addamer, sebuah kelompok yang aktif berkampanye untuk pembebasan tapol Palestina, bilang, “mereka memperlakukan Lina seolah-olah dia sangat berbahaya. Sebuah ancaman keamanan serius.”

Mahasiswa Palestina yang berorganisasi juga menjadi sasaran sistemastis penangkapan oleh militer Palestina, terutama mereka yang terlibat dalam serikat-serikat mahasiswa dan organisasi berbau politik.

Pada tanggal 28 Desember 2014, Front Aksi Mahasiswa Progressif dan Komite Tahanan Politik Palestina menggelar aksi duduk di kantor Komite Palang Merah Internasional di kota Gaza. Mereka menyerukan pembebasan terhadap semua tahanan politik Palestina. Termasuk pembebasan Lina Khattab.

Sebuah kampanye Internasional bertajuk “Free Lina Khattab” menyebar dalam bentuk video dan petisi. Sebuah halaman Facebook bertajuk “Free Lina Khattab” disukai oleh hampir 5000 orang. Serikat Pemuda Komunis di Perancis juga menyerukan pembebasan Lina Khattab.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut