Panas Terik Tak Hentikan Langkah Petani Jambi Ke Jakarta

Panas terik matahari tidak menghentikan langkah 600-an petani Jambi untuk melanjutkan aksi berjalan kaki menuju Ibukota Republik Indonesia, Jakarta. Mereka tetap bersemangat dan tak henti-hentinya meneriakkan, hidup petani!

Sabtu (19/3) adalah hari ketiga petani Jambi mengayunkan kakinya menuju Jakarta. Tadi pagi, sekitar 07.30 WIB, mereka memulai melangkah kakinya dari kantor Camat Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Karena kondisi cuaca yang terik itu, tiga orang petani harus dilarikan ke Puskesmas Mestong. Ketiganya adalah Wagiman, Suprianto (50 tahun), dan Juara Sihombing (71 tahun).

“Kondisi cuaca yang terik itu membuat peserta aksi cepat kelelahan. Sudah begitu, persediaan obat-obatan kami terbatas,” jelas koordinator aksi, Joko Supriadinata, kepada berdikarionline.com, Sabtu (19/3).

Joko mengungkapkan, untuk menyemangati massa aksi, mereka berorasi sepanjang jalan. Orasi ini juga untuk menjelaskan persoalan petani kepada masyarakat di sepanjang jalan yang dilintasi oleh para petani.

Untuk aksi hari ini, Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN) Ahmad Rifai turun langsung memimpin aksi. Dia sekaligus memberikan semangat kepada para petani yang sedang berjalan kaki.

Respon Gubernur Jambi

Sementara itu, menanggapi aksi jalan kaki petani ini, Gubernur Jambi Zumi Zola mengaku sudah mencatat semua poin-poin tuntutan petani kepada Pemerintah Provinsi Jambi.

“Yang jadi kewenangan kami, akan kami pelajari. Asalkan itu untuk kebaikan dan tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku di negara ini. Itu pegangan kami” ujar Gubernur yang baru menjabat sejak tanggal 12 Februari 2016 itu.

Menurut dia, ketika masyarakat berbicara soal kesejahteraan, itu harus sesuai dengan hukum yang berlaku.

Muhammad Idris

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut