Obama Dan Imperialisme AS

Setelah dua kali membatalkan kunjungannya, Barack Obama hampir dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada 9 November besok. Namun, Obama yang datang kali ini bukanlah anak menteng yang sederhana itu, melainkan Presiden dari negeri imperialis terbesar: Amerika Serikat.

Obama memang sangat fenomenal. Selain menjadi kulit hitam pertama yang menjadi presiden di negeri yang sangat rasial, Obama juga berhasil menciptakan “janji surga” untuk mengeluarkan rakyat amerika serikat dari krisis ekonomi dan kebijakan perang di berbagai belahan dunia.

Terhadap dunia ketiga, terutama terhadap halaman belakangnya—amerika latin—dan negeri-negeri islam, Obama menjanjikan penataan ulang bentuk hubungan yang lebih baik dan egaliter.

Sayang sekali, sejak dilantik awal Januari 2009 hingga sekarang ini, Obama telah gagal memenuhi janji-janji itu. Pengangguran misalnya, isu yang paling sensitif dalam pemilu kemarin, telah meningkat menjadi 9,5% pada bulan Juni-Juli tahun ini. Angka kemiskinan juga telah meningkat, yaitu 40 juta orang, yang berarti satu dari tujuh orang masuk dalam kategori ini, dan merupakan angka tertinggi dalam 51 tahun terakhir.

Kesalahan terbesar Obama, mengutip pendapat pemenang Nobel Joseph Stiglitz, adalah terlalu pelit dalam mengeluarkan paket stimulus untuk mendorong ekonomi real dan tidak dirancang dengan baik. Obama juga masih mewarisi Bush, yaitu dengan terus-menerus menyantuni bankir-bankir super-kaya di Wall Street dan mempertahankan keistimewaan mereka.

Maklum, seperti dikatakan Michael Chossudovsky, pemerintahan Obama sangat dikendalikan oleh elit dan korporat perbankan. Mereka-lah yang sangat menentukan komposisi Kabinet Obama.

Terhadap dunia ketiga, khususnya Amerika Latin, Obama tidak memperlihatkan perbedaan jelas dengan Bush. Obama tidak bisa menghapus jejak kaki amerika dalam upaya destabilisasi (penggulingan) rejim kiri di Amerika latin, seperti kasus Manuel Zelaya di Honduras dan Rafael Correa di Ekuador baru-baru ini.

Obama juga tidak serius memenuhi janjinya mengakhiri invasi sangat keji di Irak dan Afghanistan. Bahkan, kini Obama mempersiapkan perang baru untuk mencaplok Iran. Obama juga tidak tegas untuk menekan Israel guna mengakhiri blockade terhadap Gaza dan menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah Palestina.

Meskipun begitu, bukan berarti bahwa Partai Republik telah menjadi pahlawan, apalagi memenangkan pemilu 2 November lalu. Partai Rebublik, yang didalamnya tergabung gerakan fasis “Tea Party, adalah jauh lebih buruk dan reaksioner dari Partai demokrat. Tapi apa boleh buat, sistim two-party system telah memaksa rakyat Amerika untuk “memilih yang terbaik dari yang terburuk”.

Lantas, apa kepentingan “bekas anak menteng” ini di Indonesia? Sejak revolusi agustus 1945 hingga sekarang ini, AS tetap memandang Indonesia sebagai “permata asia” yang tidak bisa dilepaskan kepada siapapun.

Ada beberapa kepentingan Imperialisme AS terhadap Indonesia: pertama, Indonesia merupakan sekutu paling penting AS untuk mempertahankan peran hegemoniknya di Asia tenggara dan mengisolasi “perkembangan tak diinginkan” atas Tiongkok di kawasan Asia Timur.

Kedua, Peran hegemonik AS di Asia tenggara juga penting untuk memastikan atau mengamankan kontrolnya terhadap jalur-jalur perdagangan (selat malaka, sunda, Lombok, Makassar, dan laut Cina selatan—jalur perdagangan sangat penting di dunia).

Ketiga, menjaga kepentingan  perdagangan dan investasi, mengingat bahwa Indonesia merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya, tenaga kerja, dan potensi pasar yang sangat besar. Ingat! Exxon Mobile, salah satu perusahaan yang sudah cukup lama menguras minyak bumi Indonesia, adalah juga donatur Obama.

Terkait komitmen Obama mengenai penyelesaian masalah HAM di Indonesia, inipun harus diuji kebenarannya. Pasalnya, sejak bulan juli lalu, Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates secara resmi telah mengukuhkan normalisasi hubungan militer dua negara melalui kunjungan diam-diam di Jakarta.

Obama juga harus meminta maaf atas nama bangsanya terkait keterlibatan AS dalam penggulingan pemerintahan Bung Karno dan pembantaian massal jutaan orang setelahnya. Obama juga harus meminta maaf atas dukungan militer AS terhadap rejim Soeharto selama puluhan tahun, dimana senjata-senjata itu telah dipergunakan militer Indonesia untuk menghancurkan gerakan rakyat, menghancurkan gerakan perlawanan di Papua dan Aceh, dan melakukan invasi keji di Timor Leste.

Dan, apa yang tidak bisa dilupakan, AS punya dosa besar dalam praktik imperialisme selama puluhan tahun di Indonesia, yang sekarang ini mengambil bentuk kebijakan neoliberalisme. Neoliberalisme telah menjadi “senjata pemusnah massal” yang sangat mengerikan: ratusan juta rakyat Indonesia terperosok dalam kemiskinan, ancaman PHK massal, putus sekolah, biaya kesehatan yang sangat mahal, dan lain sebagainya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • \Obama memang sangat fenomenal. Selain menjadi kulit hitam pertama yang menjadi presiden di negeri yang sangat rasial\

    Hanya ingin berikan koreksi.
    Mungkin pandangan anda masih terkait pada persepsi zaman 1965, di Amerika tidak lagi rasial seperti yang anda tulis.

    Buktinya Orang Hitam dan Asian bisa menjadi Presiden Amerika, dan Gubernur serta Walikota di Amerika, dan juga banyak sekali mereka menjadi Senator dan Conggressman.

    Bahkan tidak terjadi pembakaran Mesjid di Amerika, seperti terjadi terhadap lebih dari 1000 gereja yang telah dihancurkan dan dibakar sejak 1945 sampai saat ini.

    Mengenai pembantaian terhadap 3 juta nyawa di Indonesia dilakukan oleh TNI-AD, dan Islam milisia dari NU/Pemuda Ansor.

    Bukankah seharusnya negara Indonesia bertanggung jawab terhadap tindakan kriminal yang telah dilakukan oleh Indonesia sendiri.
    Hanya sekedar input

  • waree_fuhrer

    @arnold:
    anda pernah ke amerika??sehingga anda berani memastikan bahwa tidak ada lagi rasialisme disana.
    naiknya Obama tidak terlepas dari citra AS yang semakin memburuk di mata dunia. terutama Amerika latin, Asia dan Afrika. terlebih lagi perekonomian AS yang kolaps akibat perang di Irak dan Afghanistan. itu semua menjadi preseden buruk bagi hubungan AS dan ketiga kawasan tersebut. apalagi tumbuhnya ekonomi China yang semakin menguasai pangsa pasar di Asia dan Afrika.
    maka sebagi upaya pemulihan hubungan tersebut diperlukan strategi untuk normalisasi hubungan AS dengan negara-negara di kawasan tersebut, khususnya Asia. salah satunya lahirnya sosok baru yang berasal dari latar belakang baru. Obama sosok yang tepat karena seorang afro-amerika dan corak islam masih melekat padanya karena ayahnya yang seorang muslim.

    memang tidak ada berita tentang pembakaran masjid di Amerika, karena disana budaya seperti itu sudah dianggap bar-bar. akan tetapi apakah anda tahu di beberapa negara bagian di AS terdapat kebijakan2 pemerintah yang diskriminatif terhadap Islam?? bahkan tanpa ada rasa toleransi mereka menghina dan enghujat pemeluk agama muslim disana.

    soal pembakaran gereja, dapatkah argumentasi tersebut anda buktikan?? jika tidak, anda sama saja menyebar fitnah dan melakukan provokasi.

    soal pembantaian 3 juta nyawa di Indonesia (bahkan lebih), saya pikir yang paling bertanggungjawab adalah Amerika Serikat yang mengadu domba rakyat Indonesia. salah satunya melalui antek-anteknya seperti oknum di TNI AD, Oknum Aktivis organisasi Islam, Kristen. seperti hasutan di beberapa daerah lainnya.

    pada intinya, Sejak era kemerdekaan Amerika telah memainkan peran yang pernah dijalankan oleh negara-negara imperialis sebelumnya.

    janganlah kita melihat sesuatu dari perspektif yang sempit dan irasional. ini bukan soal Obama yang kulit hitam, bukan tentang tidak adanya masjid di bakar di Amerika, bukan pula tentang gereja dibakar di Indonesia sejak 1945. imperialisme dapat menjadikan itu semua sebagai alat untuk menghancurkan segala yang merintanginya. seperti kata Bung Karno : Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, imperialisme telah lama bercokol di bumi pertiwi, imperialisme tidak mengenal suku,agama, ras atau golongan. jika mendukung akan dipertahankan,jika berlawan akan dihancurkan.

  • Sebagai warga Amerika yang memilih Obama tentu mengerti apa definisi diskrimiasi. Di Indonesia diskrimiansi terhadap etnis dan agama 1000 kali jauh lebih kuat. Diskrimiasi tidak ada di Amerika, dilarang di State dan di Federal level. Lihat seluruh lapisan di Amerika adalah melting Pot.

    Pembakaran gereja di Indonesia adalah perilaku diskriminasi negara RI yang disahkan dengan peraturan yang diciptakan untuk mendapatkan 60% persetujuan terhadap agama minoritas, dan pemerintah RI membiarkan serangan2 ormas Islam terhadap kebebasan bergama. Pemerintah SBY boleh dibilang masih menganut kebudayaan “Barbarik”.

    Jumlah gereja yang dibakar sejak 1945 sampai 2005 saja sudah mencapai 900 gereja plus korban nyawa dan kematian(Kemungkinan 1000-1200 gereja sampai December 2010, tentu akan membuat kaum Ormas Islam yang mendukung perusakan gereja sangat bangga akan jumlah yang telah mereka lakukan):
    Pem. Pres. Soekarno, 17 Agust. 1945 – 7 Maret 1967 2 gereja

    Pem. Soeharto …….. 7 Maret 1967 – 21 Mei 1998 456 gereja

    Pem. Habibie ………. 21 Mei 1998 – 20 Okt 2001 156 gereja

    Pem. Gus Dur ……. 20 Okt 1999 – 23 Juli 2001 232 gereja

    Pem. Megawati …… 23 juli 2001 – September 2002 39 gereja

    Pem SBY ………… … sampai 2005 16 gereja

    (Detail dari Sebagian Kasus)
    30 Maret 1996
    Gereja Misi Injili di desa Peniti Kec. Siantan Kab. Pontianak, Kalimantan Barat dirusak dan dibakar.

    9 Juni 1996
    Sidotopo, Surabaya – Jawa Timur, 10 gedung gereja dihancurkan oleh massa yang berjumlah sekitar 3000 orang.
    – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jl. Sidotopo Indah Wetan II/26.
    – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) “POGOT” Jl. Sidotopo Wetan Indah II/62-64.
    – Pos Pelayanan”SILO” GPIB “Cahaya Kasih” Jl. Bulak Raya.
    – Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Firman Hayat” Jl. Tenggumung Baru Selatan 51.
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Jatisrono Tengah 11.
    – Gereja Kemah Injil Indonesia “Kalvari” Jl. Bulak banteng Madya 4.
    – Gereja Pentakosta Tabernakel Jl. Wonosari Wetan Baru Gg. Sekolahan 22.
    – Persekutuan Doa Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Bulak Banteng Wetan IV/2-4.
    – Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) Jl. Tenggumung Karya III/54.
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Sidotopo Wetan Indah.

    14 Juni 1996
    Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Wates, Kediri – Jawa Timurdiserang dan dirusak pada jam 02.00 dini hari.

    25 Juni 1996
    Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pare, Kediri – Jawa Timur dirusak massa, peralatan/perlengka pan gereja dikeluarkan dan dibakar. Kejadian pada jam 12.00 tengah hari.

    16, 20 & 21 Juli 1996
    Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pondok Gede, Bekasi – Jawa Barat dirusak oleh massa.

    17 September 1996
    Gereja St. Leo Agung (Katolik) Bekasi – Jawa Barat,dirusak dengan kerugian materi sekitar 700 juta rupiah.

    10 Oktober 1996
    24 gedung gereja di Situbondo , Panarukan, Wonorejo, Asembagus, Besuki, Ranurejo – Jawa Timur dirusak dan dibakar oleh massa yang berjumlah kurang lebih 3000 orang. Peristiwa ini membawa korban 5 orang yang mati syahid karena terbakar (Pdt. Ishak Christian & keluarganya)
    Situbondo
    – Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bukit Sion – dibakar.
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dihancurkan.
    – Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) – dibakar
    – Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) – dibakar.
    – Gereja Kristen Jawi Wetan – dibakar.
    – Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) – dibakar.
    – Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) – dihancurkan.
    – Gereja Katolik Bintang Samudra – dibakar.
    Panarukan
    – Gereja Katolik – dibakar.
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dibakar.
    Wonorejo
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dirusak.
    – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) – dibakar.
    – Gereja Bethel Tabernakel (GBT) – dibakar.
    – Gereja Katolik – dirusak.
    Asembagus
    – Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) – dibakar
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dirusak.
    – Gereja katolik – dibakar.
    Besuki
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) – dirusak.
    – Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) – dirusak.
    – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) – dirusak.
    – Gereja Katolik – dirusak.
    Ranurejo
    – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) induk – dibakar.
    – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) cabang – dibakar.
    – Gereja Kristus Tuhan (GKT) – dibakar.

    26 Desember 1996
    15 gedung gereja di Tasikmalaya – Jawa Barat dirusak dan dibakar. 4 orang meninggal dalam peristiwa kerusuhan ini.
    – Gereja Katolik “Hati Kudus Yesus” berikut pastori, Jl. Sutisna Senjaya 50 – dibakar.
    – Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Veteran 49 – dibakar.
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Panyeurutan 10 – dibakar.
    – Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Selakaso 61 – dibakar.
    – Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Tentara Pelajar – dibakar.
    – Gereja Gerekan Pantekosta (GGP) “Ebenhaezer” – dihancurkan.
    – Gereja Kristen Indonesia (GKI) “Sion” Jl. Tentara Pelajar 8 – dihancurkan. –
    – Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Veteran 72 – dirusak.
    – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jl. Merdeka 24 – dirusak.
    – Gereja Yesus Sejati , Jl. Empang Sari 32 – dirusak.
    – Gereja Kristen Immanuel (GKIm) Jl. Mayor Utarya 11 – dirusak.
    – Gereja Kerasulan Baru, Jl. Tentara Pelajar 50 – dirusak.
    – Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Mekarsari, Cipanas Cipatujah – dihancurkan.
    – Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Cikaong Ading kalaksanaan Cipatujah – dibakar.
    – Kapel Gereja Katolik Jl. Raya Ciawi Ds. Palemanggu – dibakar.

    13 Januari 1997
    Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) di desa Arjasa, Situbondo – Jawa Timur ditutup Camat Arjasa (Drs. Mansejar) walau seluruh masyarakat lingkungan sekitar, babinsa dan kapolsek menyetujui adanya gereja tersebut.

    30 Januari 1997
    5 gedung gereja di Rengasdengklok – Jawa Barat dirusak satu diantaranya dibakar habis.
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Raya Bedeng – dibakar.
    – Gereja Kristen Indonesia (GKI) – dihancurkan.
    – Gereja Bethel Tabernakel (GBT) induk Jl. Raya Bedeng – dihancurkan
    – Gereja Bethel Tabernakel (GBT) cabang – dihancurkan.
    – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bantar Jaya – dihancurkan.

    10 Februari 1997
    TK-SLTP-SMU Katolik di Ambon Maluku dibakar dengan harapan gereja Katolik di dalamnyapun terbakar. 6 orang pelaku tertangkap.

    11 Februari 1997
    Gereja Sidang Persekutuan Injili Indonesia (GSPII) di Sumenep, Madura – Jawa Timur ditutup berdasarkan Surat Perintah Bupati Sumenep.

    12 Februari 1997
    Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Cipaku, Bogor – Jawa Barat diserbu dan dihancurkan massa.

    22 Februari 1997
    Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Cisewu, Garut – Jawa Barat dibakar.

    6 Maret 1997
    Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di Rancabuaya, Garut – Jawa Barat dihancur-robohkan.

    9 Maret 1997
    2 gedung gereja GKJ dan sekolah Katolik di Wonosobo – Jawa Tengahdilempari batu oleh oknum-oknum yang baru pulang pengajian umum di malam hari.

    13 Maret 1997
    Gereja Kristen indonesia (GKI) Jl.
    Ngagel Surabaya – Jawa Timurd dilempari pelajar-pelajar STM.

    28-30 Maret 1997
    Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Petra” Surabaya – Jawa Timur dilempari batu oleh oknum-oknum melalui gerbong Kereta Api. 8 orang pelaku tertangkap.

    28 Maret 1997
    Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Immanuel” pos PI cabang Kedung Gudel Widodaren, Ngawi – Jawa Timurdirusak.

    12 April 1997
    Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Sulung dan Gereja Katolik Jl. Kepanjen Surabaya – Jawa Timur dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal pada pukul 19.00.

    13 April 1997
    Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Jl. Bubutan Surabaya – Jawa Timurdisebelah kantor polisi dilempari batu.

    15 Mei 1997
    Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) desa Bejagung Semanding, Tuban – Jawa Timurdibakar massa.

    23 Mei 1997
    13 gedung gereja di Banjarmasin – Kalimantan Selatan dirusak satu diantaranya dibakar rata dengan tanah
    – Katedral Kudus/Sasana Sehati, Jl. Lambung Mangkurat – dirusak.
    – Gereja Santa Maria Kelayan, Jl. Rantauan Timur – dirusak.
    – Gereja Hati Kudus Yesus, Jl. Veteran Merpati – dirusak.
    – Gereja GKE EBEEN EZER, Jl. S. Parman No. 96 – dirusak.
    – Huria Kristen Batak Protestan Resort Banjarmasin, Jl. P. Samudera No. 83 – dibakar.
    – Gereja G.K.K.A, Jl. Veteran No. 85 – dirusak.
    – Gereja Yesus Sejati (GYS), Jl. AES. Nasution – dirusak.
    – Gereja GPDI Pantekosta, Jl. Veteran No. 35 – dirusak.
    – Gereja Jemaat GBI Bethani, Jl. Veteran – dirusak.
    – Gereja Terang Kristus, Jl. Lambung Mangkurat – dirusak.
    – GBI Jemaat Siloan, Jl. RK. Ilir – dirusak.
    – GPIB Jemaat Banjarmasin, Jl. Gatot Soebroto – dirusak.
    – GPPS Jemaat Banjarmasin, Jl. Lab. SMP 6 – dirusak

    23 Mei 1997
    Pasuruan – Jawa Timur
    – Gereja Pantekosta Sion – dirusak.
    – Gereja Bethel Indonesia – dirusak.
    – Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat – dirusak.
    – Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Halmahera – dirusak.
    – Gereja Katolik – dirusak.

    23 Mei 1997
    Gereja Kristen Muria di Kudus – Jawa Tengah Indonesia dirusak.

    23 Mei 1997
    Cikarang, Lemah Abang, Bekasi, Tangerang – Jawa Barat, Cikarang
    – Gereja Kristen Pasundan Pos Cikarang – dirusak & dibakar.
    – GPDI Cikarang – dilempari massa. Lemah Abang
    – Gereja Pantekosta Yerusalem Lemah Abang – dirusak
    Bekasi
    – Gereja Kristen Pasundan – dilempari massa.
    Tangerang
    – GPDI Kisamun – dilempari massa.
    – GBI Betlehem – dilempari massa.
    – Gereja Katolik Santa Maria – dilempari massa.

    23 Mei 1997
    Gereja Bethel Injil Sepenuh Rawa Kemiri Kebayoran Lama – Jakarta Selatan diserbu, dirusak dan coba dibakar massa dalam beberapa gelombang.

    23 Mei 1997
    Gereja Katolik Jl. Jokotole Pamekasan, Madura – Jawa Timur dirusak.

    26 Mei 1997
    Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Brawijaya Kadipaten – Jawa Baratdirusak massa dan Gedung / Balai pertemuan GKP di Cideres juga dilempari massa.

    14 Juni 1997
    Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bangkalan, Madura – Jawa Timurdirusak dan dibakar. Sebelumnya, pada saat kampanye Gereja Katolik dilempari batu.

    10 Juli 1997
    Gereja Pantekosta Tabernakel “Yesus Penolong” Desa Betet, Kec. Pesantren, Kodya Kediri – Jawa Timur ditutup oleh kakandepag Kodya Kediri.

    21 Juli 1997
    Bukit Doa “Bukit Zaitun” Cisarua, Bogor – Jawa Baratyang sedang dipakai retreat mahasiswa STT-SETIA diserbu dan dibakar massa.

    27 Juli 1997
    Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) “Puthuk” Kandangan, Kediri – Jawa Timur dibakar sekitar 300 massa pada pukul 22.30 wib.

    15 Agustus 1997
    Umat Gereja Baptis Baitlahim Sukamenak Bandung – Jawa Barat dilarang beribadah lagi di tempatnya oleh masyarakat sekitar sehingga pindah ke markas Koramil.

    22 Agustus 1997
    35Gereja Kristen Oikumene (GKO) di dalam kompleks Barito Pasifik Kalimantan Selatan dibakar.

    5 September 1997
    Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow Desa Barako, Gorontalo – Sulawesi Utara dirusak massa.

    15-16 September 1997
    Gereja Katolik “Kristus Raja” Jl. Andalas 61 Ujung Pandang -Sulawesi Selatan dirusak, kendaraan, peralatan ibadah dan Alkitab di bakar di luar gedung. GKKA juga dirusak. 6 sekolah Katolik dan beberapa sekolah protestan dirusak. 13 gereja lainnya hanya dilempar selewat saja.

    28 September 1997
    Gereja Isa Almasih Arcamanik Bandung Jawa Barat diminta untuk menghentikan kegiatannya oleh ketua RT setempat karena alasan stabilitas & keamanan.

    15 Oktober 1997
    Gereja Kristus Tuhan Kepanjen, Malang Selatan – Jawa Timur ditakut-takuti dan ditutup oknum aparat serta melarang untuk tidak mengadakan ibadat dalam bentuk apapun.

    17 Oktober 1997
    Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Mumbulsari, Jember – Jawa Timur dirusak dan dirampok oleh massa sebelum akhirnya ditutup oleh aparat Pemda dan Oknum ABRI.

    27 Oktober 1997
    Gereja Kristen Baithani Plosorejo, Garum, Blitar – Jawa Timur dihancurkan massa.

    3 dan 10 November 1997
    Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethany Tanggul, Jember – Jawa Timur ditutup oleh aparat depag.

    13 November 1997
    Gereja Utusan Pantekosta (GUP) dibongkar paksa dan Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI)Sanan Kulon,Blitar – Jawa Timur dibakar massa. 3 Orang polisi menjadi korban bacokan kebringasan massa.

    16 November 1997
    Gereja Persekutuan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) Bantul – Yogyakarta didesak untuk menutup ibadahnya dan dirusak oleh 500 massa didukung oleh aparat (Muspika).

    22 November 1997
    Pepanthan (Cabang) Gereja Kristen Jawa (GKJ) “Modalan” dan “Babadan Gedongkuning” di Kota Gede – Yogyakarta dibakar massa. Setelah sebelumnya mengintimidasi gereja-gereja di Bantul.

    24 November 1997
    Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kota Gede-Yogyakarta, dilempari.

    25 November 1997
    Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Karya Tani – Lampung yang sedang dibangun diserbu dan dihancurkan / dibakar massa.
    9 Desember 1997
    Kanwil Depag. Jabar dengan resmi memerintahkan penghentian pembangunan Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan Bandung dan memohon walikota mencabut kembali IMBnya.

    21 Desember 1997
    GKII Tambun, Bekasi – Jawa Barat diteror pada saat merayakan Natal. Perayaan Natal terhenti dan gereja dilempari para pemuda . Gembala Sidang meloloskan diri dengan memanjat tembok.

    23 Desember 1997
    Gereja Kristen Oikumene (GKO) Bumi Serpong Damai, Tangerang – Jawa Barat diserbu dan dihancurkan massa walau berada di tengah komunitas non-muslim.

    23 Desember 1997
    Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Songgon, Banyuwangi – Jawa Timur dibakar massa ketika pendetanya sedang tidak berada di tempat.

    25 Desember 1997
    Pos Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Bethel Citepus, Subang – Jawa Barat diblokade massa luar daerah dan kendaraan gereja dicoret-coret dengan paku serta melarang diselenggarakannya perayaan Natal.

    25 Desember 1997
    Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh (GMAHK) Langensari, Ciamis – Jawa Barat diperintahkan untuk dibongkar paksa oleh Muspika atas desakan MUI setempat.

    3 Januari 1998
    Warga RSS Sukabumi Indah Bandar Lampung sejak 27 Desember 1997 diintimidasi para pemuda dan sejak 3 Jan’98 mulai melarang ibadah rutin. (Gereja Baptis)

    19 Januari 1998
    Gereja Kristen Jawi Wetan Kalisat, Jember – Jawa Timur ditutup oleh Camat.

    20 Januari 1998
    Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Puger, Jember – Jawa Timur dilempari batu oleh demonstrasi massa.

    26 Januari 1998
    Kapel Gereja Katolik Kragan dirusak massa. Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kragan, Rembang – Jawa Tengah dirusak dan teras dihujani batu. Toko-toko milik keturunan dan Kristen dijarah dan dirusak total.

    28 Januari 1998
    Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Desa Bulu Banjar, Kab. Tuban – Jawa Timur, dirusak massa. Kursi, s.sytem, kipas angin, mimbar, papan nama rusak berat.

    Februari 1998 – Juli 2002
    Daftar belum lengkap – sekitar 600 gedung Gereja ditutup atau dihancurkan dalam 4 tahun ini = kebanyakan di Ambon, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Lombok dan Jawa Barat.

    4-15 Agustus 2002
    Poso, Sulawesi Tengah. Massa membakar enam gereja.

    15 September 2002
    Massa di Pulau Halmahera mambakar habis 3 gereja.

    18 September 2002
    Kekerasan komunal menghancurkan lima gereja di Pulau Haruku, Sulawesi Tengah

    6 September 2002
    Pemerintah daerah Bandung mengeluarkan sebuah surat yang memerintahkan penutupan sebuah Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang telah beroperasi selama 11 tahun.

    22 Maret 2004
    GPII Sidang Penuaian Ds. Sekarawangi, Kab. Bandung ditutup berdasarkan surat 01/MUI-DS/2004 tentang penyampaian hasil musyawarah yang intinya bahwa kegiatan ibadah yang dilaksanakan tidak ada ijin resmi sehingga harus ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    3 Oktober 2004
    Bangunan sekolah sementara Sang Timur yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Katolik Santa Bernadet Ciledug, Tangerang, ditutup oleh FPI dan masyarakat karang tengah. Ibadah tidak lagi berlangsung di tempat itu dan pagar sekolah Sang Timur masih dalam keadaan tertutup sehingga kendaraan pengantar sekolah hanya dapat sampai di jalan yang berjarak sekitar 350 m dari area sekolah.

    21 Februari 2004
    Gereja Gerakan Pantekosta (GPP) yang berlokasi di Desa Tawali, Kecamatan Cikalong Wetan Kab. Bandung secara normatif ditutup oleh Muspika Kecamatan Cikalong Wetan, Kab. Bandung

    April 2005
    Sebuah gereja di Ciseu Kabupaten Garut ditutup.

    16 Mei 2005
    Peristiwa penutupan Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) serta penangkapan dan persidangan 3 (tiga) orang pembina Minggu Ceria, yaitu dr. Rebecca, Ibu Ratna Mala Bangun, Ibu Ety Pangesti yang dituduh melakukan pemurtadan dan Kristenisasi oleh MUI di Kec. Haurgeulis, Kab. Indramayu. Ketiga Ibu tersebut ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Indramayu dan dihukum tiga tahun penjara pada tanggal 1 September 2005.

    16 Juli 2005
    Peristiwa penutupan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Perum Gading Tutukan Soreang, Kab Bandung yang dilakukan oleh Muspika setempat.

    27 Juli 2005
    Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Katapang, Kabupaten Bandung ditutup.

    31 Juli 2005
    Peristiwa pembongkaran Tempat Pembinaan Iman Gereja Isa Almasih (GIA) di Karangroto, Kecamatan Genuk – Semarang oleh Camat setempat.

    7 Agustus 2005
    Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Kampung Warung Mekar, Ds. Bungursari RT 6 / RW 3, Kec. Bungursari, Kab. Purwakarta oleh Front Pembela Islam (FPI) Wilayah Purwakarta

    14 Agustus 2005
    Pukul 09.45 Wib gereja-gereja yang berada di Komplek Permata Cimahi, Kel. Tani Mulya, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung diserang dan ditutup, yaitu :
    – Gereja Anglikan
    – Gereja Sidang Pantekosta
    – Gereja Pantekosta di Indonesia
    – GSPdI
    – GKI Anugrah
    – Gereja Bethel Injil Sepenuh
    22 Agustus 2005
    Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung, ditutup paksa

    Mengenai korban pembantaian terhadap 3 juta warga Indonesia, itu adalah tanggung jawab pemerintah Indonesia sendiri, Amerika tidak melakukannya akan tetapi TNI dan NU/Pemuda2 Ansor(Mahasiswa Kappi dan Kammi hanya ikut berdemo tapi tidak terlibat dalam pembunuhan masal), silahkan baca Anatomi dibalik G30S http://sfwarungkopi.com/?p=360

    Sebagai manusia dewasa pemerintah Indonesia dan seluruh pelakunya bertanggung jawab 100% atas pembantaian terhadap warga Indonesia sendiri.
    Tentu terdakwa pembunuhan masal dalam sidang melakukan “defense strategy dengan mengatakan the Devil made him do it” benarkan. Warga dan negara Amerika tidak dapat berkata Amerika bertanggung jawab?
    Karena TNI dan pemuda Ansor yang melakukan pembunuhan masal dalam usaha membasmi “tertuduh teroris(komunis)”

  • Anton Redy

    memangnya anda punya bukti kalo amerika berperan dalam beberapa kekerasan di indonesia kalo tidak ada bukti anda hanya omong kosong dan mungkin rasa kebencian anda saja pada amerika maka anda menjatuhkan tuduhan pada amerika dan soal deskriminasi terhadap umat islam di amerika seperti yang anda tuduhkan bukankah juga sebaliknya terjadi di indonesia deskriminasi terhadap umat non islam memang tidak ada bukti pembakaran gereja di indonesia tapi penyegelan,perusakan dan di persulitnya pendirian tempat ibadah selain masjid bukankah itu bukti kalo indonesia juga penganut paham imperalis sampai sekarang