Mahasiswa Korban Merapi Butuh Keringanan Biaya Kuliah

Letusan merapi beberapa hari yang lalu bukan saja meninggalkan duka mendalam bagi para korban, tetapi juga menciptakan kesulitan-kesulitan untuk menjalani hidup di hari esok.

Kesulitan besar kini sedang dialami sejumlah mahasiswa korban letusan merapi. Mereka mengaku mengalami kesulitan untuk membiayai kuliahnya karena sebagian besar harta benda telah ditelan oleh amukan merapi.

Seperti dirasakan oleh Reni, mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah di kampus UAD Yogyakarta. Selain kehilangan rumahnya, Reni juga kehilangan ayah tercinta yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarganya.

Nasib serupa juga dialami oleh Gladian Listy Raharjo, mahasiswa pendidikan bahasa Inggris di kampus UST, ) yang rumahnya terletak tidak jauh dari merapi, tepatnya di desa sawungan. Gladian juga mengaku kehilangan rumahnya dan kini menjadi pengungsi di stadion Maguwoharjo.

“Kami mengharapkan keringanan biaya kuliah karena rumah kami hancur dan kiranya pihak universitas ikut membantu,” katanya.

Angin Segar

Pada hari jumat lalu, Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia, Prof Dr H Edy Suandi Hamid, yang juga merupakan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), menghimbau agar perguruan tinggi dapat memberikan perlakuan khusus pada mahasiswa atau keluarganya yang menjadi korban.

“Diharapkan dapat memberikan perlakuan khusus pada mahasiswa atau keluarganya yang menjadi korban, baik pemberian bantuan hidup, beasiswa maupun penghapusan SPP,” katanya kepada wartawan.

Selain itu, professor juga menganjurkan agar relawan dan bantuan dari lembaga pendidikan tinggi tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga penanganan pasca bencana.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • zuliyanto

    bener og ga ada beasiswa kusus korban merapi ya…kasian ortu saya g puny duit tuk bayar kuliah

  • yohana

    saya juga merasakan hal yang sama,, tak ada keringanan dari pihak kampus.. sungguh keterlaluan