Nasionalisme Setengah Hati Di Hadapan Gertakan SBY

Alif.jpg

Sikap lunak yang ditunjukkan dua partai yang selama ini getol berbicara soal kemandirian ekonomi, yakni PDIP dan Gerindra, terkait pernyataan Presiden SBY mengenai bahaya isu nasionalisasi, dianggap sebagai bentuk ‘nasionalisme yang setengah hati’.

Hal tersebut dilontarkan oleh staff Deputi Politik Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Alif Kamal, di Jakarta, Selasa (14/5/2013). Menurut Alif, kedua partai tersebut seharusnya tidak terburu-buru melakukan klarifikasi, tetapi mempertanyakan argumentasi SBY yang mengganggap isu nasionalisasi sangat berbahaya.

“Yang mestinya ditanyakan ke SBY, apakah pernyatannya itu murni dari dirinya atau justru kekhawatiran para investor asing di belakangnya. Sebab, rezim SBY ini memang sangat patuh pada investor asing,” terangnya.

Menurut Alif, kalau kedua partai nasionalis itu ingin memperjuangkan kemandirian ekonomi, maka keduanya mesti memberikan garis demarkasi yang jelas dengan model kebijakan ekonomi rezim SBY-Boediono.

“Baru digertak oleh SBY saja sudah melunak, apalagi jika berhadapan dengan korporasi asing dan negara-negara imperialis,” sindirnya.

Alif menegaskan, persoalan objektif yang terjadi sekarang adalah hampir semua kekayaan alam dan aset nasional strategis dikuasai oleh modal asing. Dalam konteks itu, kata Alif, isu nasionalisasi bukanlah hal yang haram dalam rangka memperjuangkan kembalinya kedaulatan ekonomi nasional.

Alif pun menilai, melemahnya posisi partai-partai nasionalis di hadapan kekuatan neoliberal, dalam hal ini SBY/Demokrat, disebabkan juga oleh kenyataan bahwa partai-partai nasionalis itu juga terpecah-belah.

“Kekuatan yang seharusnya sekubu, karena platform politiknya sama, justru saling serang dan menjatuhkan. Akhirnya, mereka terjebak pada pilihan pragmatis,” paparnya.

Alif mendesak partai-partai nasionalis untuk konsisten dengan program dan platform politik yang selama ini dikampanyekan.

Mahesa Danu/Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut