Mohamad Sobary: Kita Dipimpin Oleh Pemimpin Kardus!

Berbagai persoalan yang mendera bangsa Indonesia saat ini tak terlepas dari kesalahan penyelenggara negara. Banyak diantara mereka justru menjadi pelayan kepentingan neokolonialisme dan imperialisme.

“Mereka itu tak lebih dari pemimpin kardus! Mereka bak kertas busuk. Mereka tak punya kemurnian jiwa untuk membela kepentingan bangsa,” kata Budayawan Mohammad Sobary saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional  bertajuk “Pancasila dan UUD 1945 Sebagai Dasar Persatuan Nasional Untuk Merebut Kembali Kedaulatan Bangsa” di ruang Puri Agung Hotel Sahid, Jakarta (25/6/2012).

Menurut Sobary, proyek kolonialisme itu tidak hanya proses perampokan kekayaan nasional, tetapi juga penghancuran mentalitas (mentality). Inilah, pada level politik, telah menggiring sebagian besar elit politik menjadi pemimpin bermental ‘pemimpin kardus’.

Sobary juga menegaskan bahwa jiwa nasionalisme sudah lama mati di benak para pejabat di Indonesia. Ia mencontohkan, pemerintah sekarang lebih pro kepentingan asing daripada membela kepentingan bangsa.

“Kepentingan asing itu dibela dengan kelihaian melakukan lobi di sana-sini dan mencengkeramkan kuku mereka secara mendalam dan tajam mengiris-iris kehidupan bangsa kita. Ini seperti mengadu Mike Tyson dengan Chris John,” paparnya.

Padahal, menurut Sobary, para pendiri bangsa itu sudah menggariskan bahwa politik adalah kekuasaan untuk mengatur bangsa secara adil dan demokratis.

“Ini adalah soal cara melindungi petani garam, petani tembakau, petani cengkeh, petani teh,petani bawang, petani padi, dan banyak hal lain yang wajib dilindungi oleh pemerintah,” kata Sobary.

RUSDIANTO ADIT AMOERSETYA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut