Merapi Masih Belum Aman

Yogyakarta: Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono mengingatkan bahwa gunung Merapi masih berbahaya.

“Ini sudah Merapi banget, seperti halnya tahun 2006 lalu. Kalau kemarin kan masih eksplosif. Mudah-mudahan ini tanda proses pembentukan kubah laba lalu aktivitas Merapi menurun,” ujarnya di kantor BPPTK Yogyakarta.

Meskipun ada tanda-tanda penurunan aktivitas merapi, tetapi menurut Surono, itu bukan berarti situasi saat ini sudah aman. Pihaknya akan terus mengamati kemungkinan munculnya lelehan lava.

Seperti diketahui, pada pukul 19.45 WB tadi malam, gunung merapi kembali meluncurkan awan panas. Menurut laporan koresponden kami, kejadian tersebut berlangsung sekitar 2-3 menit.

Kondisi Pengungsi Memprihatinkan

Sebagian besar pengungsi mengeluhkan kondisi barak yang memprihatinkan, dimana pengungsi dari berbagai tingkatan umur (lansia dan anak-anak) ditempatkan satu ruangan.

Pengungsi juga mengeluhkan kondisi MCK yang kurang memadai. Di setiap barak pengungsi hanya disediakan tiga kamar mandi.

Begitupula dengan kondisi tenda, yang menurut pengungsi, selalu bocor kalau terjadi hujan dan sangat gerah saat terik matahari.

Dari pemantauan Berdikari Online, beberapa tenda pengungsi yang kurang layak telah dialih-fungsikan menjadi tempat parkir kendaraan bermotor. Sementara para pengungsi memilih bertumpuk-tumpuk di Balai Desa.

Meskipun begitu, para pengungsi merasa cukup puas dengan ketersediaan logistik untuk makan. Selain itu, mereka merasa senang dengan petugas informasi yang sangat ramah dan koperatif saat warga membutuhkan informasi.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut