Pemuda Jakarta Protes Banjir Dan Kemacetan Di Ibukota

JAKARTA: Seratusan pemuda Jakarta melancarkan aksi protes terkait persoalan banjir dan kemacetan yang makin parah di Ibukota akhir-akhir ini.

Demonstran yang menamakan diri Barisan Muda Pejuang Jakarta Raya (Bangjaya) mendesak Gubernur Fauzi Bowo, akrab dipanggil Foke, untuk segera menyelesaikan kedua persoalan tersebut hingga setahun kedepan.

Jika tetap tidak bisa dilakukan, maka gerakan para pemuda dan masyarakat Jakarta akan menurunkan paksa Fauzi Bowo dari jabatannya.

Massa Bangjaya bergerak dengan melakukan longmarch dari gedung Indosat menuju Kantor Gubernur DKI Jakarta. Mereka membawa sebuah properti menyerupai Monumen Nasional (Monas), jalan dan mobil-mobilan.

“Lahan-lahan hijau dan resapan air sudah berubah menjadi gedung-gedung mewah dan pusat bisnis,” ujar koordinator lapangan aksi ini, Vincentius Rubo.

Di depan kantor Gubernur, aktivis Bangjaya melakukan orasi politik secara bergantian.

Penyebab dan Solusinya

Banjir dan macet merupakan dua hal yang tidak bisa diselesaikan secara tuntas oleh rejim yang berkuasa sejak orde baru hingga reformasi.

Menurut Ketua Umum Bangjaya Dika Muhammad, banjir dan kemacetan di Jakarta bersumber pada konsep pembangunan Ibukota Jakarta yang tidak merakyat, ekonomi-politik industry kendaraan bermotor, dan problem infrastruktur yang sarat dengan korupsi.

Lalu, lanjut Dika, pihak yang patut dipersalahkan atas masalah ini adalah Gubernur DKI Jakarta, yaitu Fauzi Bowo.

Meski begitu, Dika Muhammad menambahkan, pemerintahan SBY juga punya andil terhadap banjir dan kemacetan ini.

“Keduanya, SBY dan Fauzi Bowo, gagal dalam mendefenisikan seperti apa pembangunan ibukota,” ujarnya.

Untuk itu, sebagai solusi yang ditawarkan Bangjaya, adalah memperbanyak lahan terbuka hijau (RTH) dan serapan air (drainase, Situ, dan gorong-gorong) paling minimal 30%.

Solusi lainnya adalah mengentikan pembangunan Mall, Superblok dan perumahan mewah.

Sementara untuk kemacetan, Bangjaya meminta agar pemerintah segera membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan kredit kendaraan bermotor.

Juga, yang tidak kalah pentingnya, Pemda DKI diminta segera membangun sistim transfortasi massal dan ramah lingkungan, seperti Busway dan Monorel.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut