Menyambut Pertemuan Forum Amerika Latin Dan Karibia

Negara-negara Amerika Latin dan Karibia sebentar lagi membuat sejarah penting. Untuk pertama-kalinya dalam sejarah panjang kawasan itu, 33 negara Amerika Latin dan Karibia akan menggelar pertemuan regional pertama tanpa keikutsertaan dua imperialis dari Amerika Utara: Amerika Serikat dan Kanada.

Pertemuan itu direncanakan berlangsung pada tanggal 2-3 Desember 2011 mendatang, di Caracas, Ibukota Venezuela. Konsolidasi itu dinamakan Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC). Forum ini tidak hanya menampung negara-negara progressif di kawasan Amerika Latin dan Karibia, tetapi juga sejumlah negara yang dianggap reaksioner dan sekutu AS seperti Meksiko dan Kolombia.

Wakil Presiden Bolivia, Alvaro Garcia Linera, yang sedang berada di Venezuela untuk menghadiri pertemuan Forum Filsuf Internasional ke-VI, menegaskan bahwa konsolidasi ini akan menjadi konsolidasi awal untuk melepaskan diri dari pengaruh AS.

“Pertemuan ini tanpa AS merupakan sebuah pengalaman besar. Kami harus memperkuat dan memperdalamnya, karena nasib Amerika Latin dan Karibia sangat berbeda dengan Amerika Serikat,” katanya.

CELAC sendiri digagas hanya bebeberapa saat pasca  keterlibatan AS dalam penggulingan Presiden Zelaya di Honduras. Zelaya sendiri adalah pendukung integrasi regional anti-imperialisme di Amerika Latin. Ia mendorong negaranya masuk dalam keanggotaan ALBA.

Andres Bansart, direktur Studi Tinggi tentang Amerika Latin dan Karibia, berusaha menjelaskan perbedaan mendasar antara Uni-Eropa dan CELAC. “Model Uni-Eropa terlalu didasarkan pada kerjasama ekonomi saja, sedangkan CELAC memiliki spirit integrasi yang berbeda. Ini mencakup aspek etis dan mentalitas juga,” katanya.

Katanya, kerjasama CELAC ini mesti melahirkan etika baru: solidaritas. “Aku punya doktor, aku kirimi kau doktor; kau punya minyak, kirimi aku minyakmu,” katanya mencontohkan bentuk kerjasama berbasis solidaritas itu.

Menurut Menteri Luar Negeri Venezuela, Nicholas Maduro, konsolidasi CELAC ini tidak akan melikuidasi organisasi-organisasi amerika latin dan karibia yang sudah ada, seperti Komunitas Negara Andean, Pasar Bersama Selatan, Komunitas Karibia, ALBA, PetroCaribe, dan Unasur.

Banyak pemimpin Venezuela bermimpi bahwa CELAC akan menjadi kelanjutan dari pertemuan regional yang pernah digagas oleh Simon Bolivar, pemimpin pembebasan Amerika Latin, pada abad ke-19.

Saat itu, Bolivar mengorganisir sebuah pertemuan di Panama pada tahun 1826. Tujuan pertemuan itu adalah menyatukan negara-negara Amerika Latin yang baru saja meraih kemerdekaan. Sayang, pertemuan itu tidak maksimal karena ketidakhadiran sejumlah delegasi.

Lalu, beberapa tahun kemudian, Amerika latin terpecah-belah di tangan elit lokal yang berjuang untuk kepentingan sendiri. Ini kian diperparah dengan politik pecah-belah kolonialis untuk mempertahankan pengaruh di kawasan ini.

Puncaknya adalah ketika AS menerapkan doktrin Monroe, yang menetapkan Amerika Latin sebagai daerah hegemoni, sebagai halaman belakang imperium. Ini menjadi jalan AS untuk terlibat dalam berbagai intervensi dan penggulingan pemerintahan demokratis di Amerika latin.

Tetapi, hari ini, perimbangan kekuatan sudah berubah: AS tidak lagi hegemonik di Amerika Latin. Mayoritas rakyat Amerika latin, yang berasal dari berbagai macam spectrum ideologi dan tradisi, sepakat untuk bersatu.

CELAC akan meliputi 33 negara, mewakili 597 juta penduduk kawasan itu (8,5% populasi dunia), dan mengcakup daerah seluas 21,4 juta kilometer persegi yang terbentang dari Atlantik dan Asia Pasific.

Atilio Boron, ahli politik dan sosiologi terkenal dari Argentina, sangat merespon kelahiran CELAC ini sebagai “inisiatif paling penting dan berskala luas di Amerika latin dalam waktu panjang”.

Dengan ketidakhadiran AS dan Kanada, kata Atilio Boron, akan menjamin para pemimpin negara menjadikan proses emansipasi dan pembebasan sebagai komitmen bersama mereka.

Dalam pidatonya beberapa saat lalu, Presiden Venezuela Hugo Chavez telah menggaris-bawahi bahwa pertemuan CELAC akan menjadi “momen bersejarah”. Ini sekaligus menjadi senjata mempertahankan kedaulatan dan martabat rakyat di kawasan itu.

Agenda CELAC sendiri akan membahas banyak hal: kebijakan energi yang independen abad-21, kebijakan pembangunan sosial (pendidikan, kesehatan, dan pangan), kebijakan lingkungan dan antisipasi perubahan iklim, pembahasan mengenai krisis kapitalisme global dan jalan keluarnya, serta independensi dari Bank Dunia dan IMF.

Sejumlah negara peserta juga membawa proposal masing-masing. Presiden Rafael Correa dari Ekuador mengusulkan pembentukan Komisi HAM Amerika Latin. Komisi ini akan mendefenisikan perspektif HAM ala Amerika latin.

Setidaknya 400 media massa akan meliput kegiatan bersejarah ini. Sejumlah media bahkan menjadi partisipan aktif dalam pertemuan, seperti  Prensa Latina (Kuba), NotiMex (Meksiko), IPP (Paraguay), AVN (Venezuela), ABI (Bolivia), Andes (Ekuador), EBC (Brazil), dan AG (Guatemala).

Jika pertemuan ini berhasil, maka ia menjadi pertemuan berkarakter anti-imperialis terbesar pertama pasca Konferensi Asia Afrika di Indonesia pada tahun 1955. Maju terus rakyat Amerika Latin dan Karibia!

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut