Mahasiswa Unair Kritik Sistem Evaluasi Akademik

Puluhan mahasiswa Unair yang tergabung dalam Laskar Mahasiswa Republik Indonesia (LAMRI) menggelar aksi di depan Rektorat Unair di Kampus C Mulyorejo, Rabu, 30 November 2011. Mereka mengkritik sistim evaluasi akademik yang dianggap tidak demokratis.

Menurut Angelo Robert, yang juga Ketua LAMRI, sistem evaluasi akademik di kampus Unair sangat diskriminatif dan tidak transparan. “Hal ini mencerminkan sikap otoriter pejabat Unair yang dengan semena-mena memukul rata setiap kemampuan individu mahasiswa,” katanya.

Lebih lanjut, kata Angelo, pengetatan sistem evaluasi akademik Unair tersebut merupakan hasil dari perubahan status Unair dari PTN menjadi PT BHMN (Badan Hukum Milik Negara) berdasarkan PP no. 30 tahun 2006.

Dijelaskan Angelo, konsepsi PT BHMN mengarahkan perguruan tinggi menjadi mandiri, termasuk dalam urusan keuangan. Hal itu kemudian mengarahkan kampus menjadi sangat profit-oriented.

Akibatnya, mahasiswa dipaksa menerima sistem pemadatan kurikulum dan Kejar Target. Dalam banyak kasus, jika mahasiswa dianggap tidak mampu mengikuti standar pendidikan yang diterapkan pasar bebas, maka melalui alasan Evaluasi Akademik mereka akan disingkirkan secara halus.

Angelo menganggap sistim evaluasi akademik ala Unair itu sangat cacat hukum karena tidak sesuai dengan UU No. 20 Sisdiknas tahun 2003. Dalam pasal 58 ayat 2 disebutkan bahwa mekanisme evaluasi akademik itu harus bersifat transparan, sistematis dan menyeluruh.

Selain itu, ungkap Angelo, pejabat Unair melakukan evalusasi seperti menggunakan kacamata kuda. “Mereka hanya melihat dari segi faktor nilai akademis mahasiswa semata tanpa mengevaluasi kinerja tenaga pengajar, kurikulum pendidikan dan sarana prasarana penunjang proses pendidikan sendiri,” ujarnya.

Mahasiswa juga mengecam keras keputusan DO terhadap sejumlah mahasiswa Unair. Karena keputusan itu, mahasiswa menganggap nilai kemanusiaan dan keadilan telah mati di kampus Unair.

Dalam aksinya, para aktivis LAMRI menggelar aksi teatrikal. Mereka membuat pusara sebagai perlambang matinya nilai kemanusiaan dan keadilan dalam pendidikan di kampus Unair.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut