Menanti Sepak Terjang Korea Utara Di Piala Dunia 2010

Jumat, 28 Mei 2010 | 03.33 WIB | Olahraga

Oleh: Binbin Firman Tresnadi

Siapa yang menyangka tim nasional Korea Utara bakal lolos di putaran piala dunia Afrika Selatan 2010. Bagaimana tidak? Sebuah negara kecil yang disebut miskin, dan sampai sekarang diblokade oleh AS dan negara-negara lainnya, berhasil menjadi peserta dalam piala dunia 2010 di Afrika Selatan.

Karena aksi blockade ekonomi dan boikot, Korut pun hampir tidak pernah terlibat dalam event olahraga internasional, khususnya sepak bola. Dengan begitu, keikut sertaan Korut dalam piala dunia di Afsel merupakan kebanggan tersendiri bagi seluruh rakyat Korea Utara.

“Eropa dan negara-negara Amerika Selatan mendominasi sepakbola internasional. Sebagai wakil dari Afrika dan Asia, sebagai orang kulit berwarna, saya mendorong Anda untuk memenangkan satu atau dua pertandingan,” demikian dikatakan Kim Jong-Il II, pemimpin Korea Utara, kepada para pemain tim-nasnya.

Memang, ini bukan pertama kalinya bagi Korea Utara di pentas piala dunia. Saat piala dunia 1966 di Inggris, ditengah tekanan politik dari negara-negara barat, Korea Utara berhasil menumbangkan Italia, hingga akhirnya menembus perempat final. Di perempat final, Korut sempat mengungguli Portugal di bagian awal dengan skor 3-0, namun akhirnya takluk dengan skor terakhir 3-5. Saat itu, Portugal diperkuat legenda sepak bolanya, Eusebio da Silva.

Dalam piala dunia kali inipun, Korea Utara berada dalam grup yang tak mudah, karena mereka menghuni grup neraka yang dihuni Brazil, Portugal dan Ghana. Jika dibandingkan dengan ketiga tim tersebut, diatas kertas Korea Utara tentu sudah dipastikan akan menjadi juru kunci. Siapa yang tak kenal gelandang gelandang Ghana, Michael Essien yang bermain di Chelsie, atau Ronaldo, gelandang serang Portugal, juga Ricardo Kaka Gelandang berbahaya dari Brazil. Tentu nama-nama tersebut diatas kertas jaminan bisa membobol gawang Korea Utara yang di jaga Ri Myong-Guk.

Hampir semua pemain Korea Utara bermain di kompetisi local. Hanya tiga pemain yang bermain di kompetisi luar, yaitu gelandang Ahn Young-Hak yang bermain di klub Suwon Samsung Bluewings Korea Selatan, Penyerang Jong Tae-Se yang bermain di klub Kawasaki Frontale Jepang dan Hong Yong-Jo yang bermain di klub FC Rostov Rusia.

Kendati demikian, pelatih Korea Utara Jong-Hun, memiliki target untuk mengikuti jejak para seniornya ditahun 1966. Tim yang berjuluk Chollima akan mengandalkan permainan bertahan dan mengandalkan kekompakan dan kedisiplinan tim. Secara kualitas, para pemain kami memang kalah dibandingkan dengan para pemain di grup G, tapi sepak bola adalah permainan tim, ujarnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut