Mahasiswa Tuban Bersolidaritas Untuk Petani Jambi dan Mesuji

Solidaritas-Tuban

Puluhan mahasiswa di Tuban, Jawa Timur, menggelar aksi massa di kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Tuban, Jumat (25/1). Mereka menuntut penyelesaian konflik agraria, khususnya di Jambi, Mesuji (Lampung), dan Blitar (Jawa Timur).

Para mahasiswa ini bernaung di bawah aliansi “Gerakan Sejumput Tanah untuk Keadilan Agraria.” Adapun organisasi yang tergabung, antara lain, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM STITMA, BEM Unirow Tuban, SAPMA, dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

“Kami menggelar aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap petani Jambi dan Mesuji, yang telah menggelar aksi long-march dari Jambi ke Jakarta, untuk menuntut penyelesaian konflik agraria,” kata koordinator aksi, Hendri Kurniawan.

Menurut Hendri, konflik agraria di Indonesia tidak perlu terjadi seandainya pemerintah benar-benar menjalankan amanat konstitusi, khususnya pasal 33 UUD 1945. Sayangnya, kata dia, sejak orde baru sampai sekarang ini, pasal 33 UUD 1945 sudah dicampakkan.

“Kalau pemerintah merujuk pasal 33 UUD 1945, maka pemilikan dan pengelolaan tanah akan diprioritaskan kepada kaum tani,” kata Hendri.

Dalam aksinya, massa aksi menekan pihak Dishut Tuban agar mengirimkan siaran pers mereka ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI di Jakarta. “Pada intinya, kami mendesak Kemenhut RI agar segera merespon tuntutan petani,” ujar Hendri.

Dan, sebagai bentuk kekecewaan mereka atas tindakan Kemenhut RI melegalkan perampasan tanah rakyat, mahasiswa lalu mengumpulkan sekarung tanah dan melemparkannya ke kantor Dishut Tuban.

Ipoeng Timboel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut