Mahasiswa Teknik Unhas Tolak Kenaikan Harga BBM

Sekitar 300-an mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM di depan kampus, Kamis (27/3/2012). Mahasiswa menganggap kenaikan harga BBM bukan solusi atas persoalan energi, melainkan pelaksanaan pasal 33 UUD 1945.

Di sela-sela aksi mahasiswa ini tampak Pembantu Rektor III Unhas, Prof Nasrudin Salam. PR III Unhas ini mengaku setuju dengan tuntutan aksi para mahasiswa. Hanya saja, Ia meminta agar aksi massa mahasiswa Unhas dilaksanakan secara damai agar tuntutan mereka lebih terdengar.

Dalam aksinya, mahasiswa teknik Unhas ini membakar ban bekas sebagai simbol protes atas rencana kenaikan harga BBM. Selain itu, mahasiswa juga mengusung sejumlah poster antara lain bertuliskan “Cabut UU Pro–Modal Asing: UU Migas, UU PMA, dan UU Minerba”.

Mahasiswa Teknik Unhas menganggap kebijakan energi pemerintahan SBY terlampau liberal sehingga hanya menguntungkan korporasi asing. Karena itu, mahasiswa menyerukan agar pengelolaan energi kembali kepada pasal 33 UUD 1945.

Makbul Muhammad, seorang mahasiswa perkapalan Unhas, mengatakan, kenaikan harga BBM hanyalah skenario pemerintah untuk mengalihkan sektor hilir migas kepada mekanisme pasar.

“Inilah tuntutan korporasi asing. Mereka tidak bisa bermain bebas jikalau harga BBM disubsidi oleh pemerintah,” kata Makbul.

Selain itu, Makbul juga memperlihatkan bahwa UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas juga sangat berbau neoliberal. Di dalamnya sudah ada ketentuan tentang keharusan pemerintah melepas harga BBM sesuai harga mekanisme pasar.

Dalam aksinya, mahasiswa sempat menahan satu mobil kontainer. Massa mahasiswa meminta ijin berorasi selama limat menit. Setelah itu, mobil kontainer pun dilepaskan kembali.

ARHAM TAWARRANG, Koresponden Berdikari Online di Makassar

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut