Mahasiswa NTT Tuntut Pembebasan Ketua LMND Sikka

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Peduli Persoalan Rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi massa di kantor DPRD NTT, Kamis (10/1). Mereka menuntut pembebasan Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sikka, Yohanes Kia Nunang, yang ditangkap oleh Polres Maumere.

“Penangkapan kawan Yohanes adalah bentuk kriminalisasi aktivis pejuang rakyat. Kawan Yohanes ditangkap karena memperjuangkan hak-hak korban letusan gunung Rokatenda,” kata Ketua LMND Kupang, Andrey Umbu Sunga.

Menurut Andre, tudingan bahwa Yohanes melakukan pengrusakan dan mengancam seorang camat, yakni camat Nita, hanyalah dalih untuk menghentikan gerakan rakyat yang sedang menuntut haknya.

“Polisi hanya menerima laporan sepihak dari camat Nita, tetapi tidak mengkonfirmasi pihak lain untuk membuktikan tudingan tersebut,” ujar Andrey.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak agar DPRD menekan kepolisian untuk membebaskan Yohanes. Selain itu, mereka juga mendesak agar DPRD NTT lebih memperhatikan rakyat korban letusan gunung Rokatenda di Sikka.

Dalam Front Peduli Persoalan Rakyat NTT ini tergabung sejumlah organisasi, diantaranya, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Senat Mahasiswa FKIP UKAW Kupang, Kemahnuri, Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Untuk diketahui, penangkapan Yohanes Kia Nunang bermula dari aksi protes warga Palue, Sikka, pada tanggal 28 dan 29, Desember 2012 lalu. Mereka mempertanyakan tidak adanya perhatian Pemda Sikka terhadap para korban bencana letusan gunung Rokatenda.

Saat itu, camat Nita, Dominikus Mena da Silva, menyatakan dirinya tak ada urusan dengan pengungsi Rokatenda. Pernyataan itulah yang memancing kemarahan massa aksi, yang berujung pada penahanan mobil sang camat tersebut. Kasus penghadangan mobil itulah yang dijadikan dasar Camat Nita melaporkan Yohanes ke polisi.

Ira Sobeukum

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut