Mahasiswa Lampung Tolak UU Pilkada 2014

Lampung.jpg

Hari Jumat (17/10/2014) pagi, sebanyak 30-an mahasiswa dari tiga organisasi, yakni Liaga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), dan UKMBS Universitas Bandar Lampur, menggelar aksi massa menolak UU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan UU Pemerintahan Daerah (Pemda).

Dalam aksinya, massa aksi menggelar aksi jalan kaki di sepanjang jalan Raden Intan kota Bandar Lampung. Tak hanya itu, mereka juga menggelar aksi teatrikal dengan mengecat tubuhnya dengan warna-warna yang mencolok, seperti merah dan kuning.

“Pengesahan UU Pilkada beberapa saat lalu telah meluluhlantakkan sendi-sendi demokrasi yang selama ini diharapkan rakyat Indonesia,” kata Devin Ariansyah selaku coordinator dalam aksi ini.

Devin, yang juga aktivis LMND Bandar Lampung ini, menilai pengembalian Pilkada melalui DPRD tidak bisa menjamin terpilihnya pemimpin yang visioner. Sebaliknya, menurut dia, Pilkada melalui DPRD akan menyuburkan jarring-jaring politik oligarki elit penindas.

Sementara Agung, aktivis dari UKMBS UBL, menilai Pilkada langsung sebagai jalan terbaik bagi rakyat Indonesia. “Kita tahu persis bahwa DPRD masih dikuasai oleh mereka yang tidak punya visi serius menjadi wakil rakyat, melainkan ingin mencari kekayaan pribadi dan kelompoknya saja,” ujar Agung.

Di tempat yang sama, Ketua LMND kota Bandar Lampung Rismayanti Borthon mengatakan, persoalan utama politik Indonesia saat ini adalah wabah liberalism yang telah menyusupi cita-cita demokrasi.

Menurutnya, pengembalian Pilkada melalui DPRD akan membawa negeri ini akan semakin mundur. “Partisipasi rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri akan terjegal. Makanya kami meminta UU Pilkada dan UU Pemda segera dibatalkan,” tegasnya.

Massa aksi mengakhiri aksinya dengan menyanyikan lagu perjuangan “Darah Juang”. Mereka juga menyatakan menunut semua anggota DPR/MPR-RI jikalau Pilkada lewat DPRD tetap berlaku.

Togar Harahap

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut