Mahasiswa Kolombia Berhasil Hentikan Privatisasi Pendidikan

Setelah melalui pemogokan selama lima minggu, mahasiswa Kolombia akhirnya berhasil menghentikan langkah privatisasi pendidikan di negeri itu. Siang tadi, 16 November 2011, Kongres Kolombia setuju untuk menarik proposal amandemen pasal 30 konstitusi.

Mahasiswa menganggap amandemen itu akan mengarahkan pada pelaksanaan privatisasi semua pendidikan tinggi di Kolombia. Begitu mendengar kabar gembira itu, mahasiswa Kolombia pun tidak bisa menutupi kegembiraannya.

Mahasiswa menganggap momen itu sebagai “kemenenangan dari mereka yang percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap orang”. Pemerintah berharap para mahasiswa untuk kembali ke kelas dan memulai suasana baru.

Dalam sebuah pernyataan sikapnya, Badan Mahasiswa Nasional Luas, sebuah koalisi lebar antara mahasiswa dengan lintas aktivis, mengumumkan tiga tuntutan mereka yang disetujui oleh pemerintah: (1) paket reformasi pendidikan itu segera dihentikan. (2) pemerintah membuka pintu untuk pembahasan ulang reformasi yang diperlukan. (3) adanya jaminan terhadap mahasiswa semester akhir.

Front Luas Mahasiswa Nasional (MANE) berencana akan menggelar konferensi pers secara resmi untuk menjelaskan posisi gerakan mahasiswa terkait keputusan kongres tersebut.

Perlawananan mahasiswa ini sudah muncul sejak 12 Oktober lalu. Ratusan ribu mahasiswa dari sekitar 40-an kampus tumpah-ruah di jalan-jalan untuk memenuhi seruan pemogokan nasional. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dibuat ketar-ketir oleh perlawanan massif itu. Karenanya, di tengah-tengah kebangkitan perlawanan mahasiswa itu, Santor telah mengumumkan keputusannya menarik rencana amandemen pasal 30 konstitusi dan membuka pintu seluas-seluasnya untuk berdialog dengan mahasiswa.

Dalam pasal 30 Konstitusi Kolombia dikatakan, “pendidikan adalah hak dan hukum di Kolombia hanya memungkinkan dua bentuk Universitas: publik dan nirlaba.”

Gerakan protes jalanan mahasiswa ini mendapat dukungan dari gerakan elektoral sosial-demokratik, yang sekarang terbagi dua: Polo Democratico Alternativo dan Progressistas.

Polo Democratico Alternativo adalah sebuah payung politik legal antara partai komunis, gerakan M-19, kelompok Trotskys, dan sejumlah elemen sosial-demokratik seperti ANAPO. Kelompok Polo Democratico sendiri pernah mengalami perpecahan. Sebagian kiri seperti komunis tradisional tetap bertahan di Polo Democrativo, sedangkan yang agak sosial-demokratik membentuk partai sendiri, yaitu Progressitas.m

Sementara itu, pada tanggal 24 November mendatang, gerakan mahasiswa Kolombia dan Chile akan menggelar aksi internasional bersama-sama untuk memulai kampanye memperluas gerakan ini di benua Amerika Latin.

Jairo Rivera, Jubir dari MANE Kolombia, mengatakan gerakan berskala benua ini dimaksudkan sebagai upaya mempertahakan pendidikan sebagai hak. “Setiap gerakan punya persoalannya tersendiri, tetapi kami punya tujuan bersama. Ini penting bahwa kaum muda adalah aktor politik di benua Amerika Latin,” katanya.

Patricio Contreras, perwakilan mahasiswa Chile, menegaskan bahwa mahasiswa dari berbagai negara Amerika Latin akan saling mengirim surat solidaritas. Di argentina dan Peru, sebuah diskusi di kalangan gerakan mahasiswa sudah terbangun dan sudah menunggu momentum untuk meledak sebagai perlawanan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut