Mahasiswa Dan PKL Bengkulu Peringati Hari Lahirnya Pancasila

Seratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Bengkulu memperingati Hari Lahirnya Pancasila, Sabtu (1/6/2013).

Namun, peringatan hari lahirnya Pancasila versi PKL dan LMND ini dilakukan dalam bentuk aksi massa di Simpang Lima Jalan Suprapto Bengkulu. Maklum, para PKL ini sedang terancam nasibnya oleh rencana relokasi secara sewenang-wenang.

“Kita memperingati Hari Lahirnya Pancasila ke-68. Namun, pada hari ini, kita juga melihat betapa pemerintah mengeluarkan kebijakan yang anti-pancasila, yakni relokasi secara sewenang-wenang,” kata Tedy Cahyono, koordinator aksi para PKL dan mahasiswa ini.

Menurut Tedi, di dalam Pancasila ada prinsip keadilan sosial, yang mewajibkan negara mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kalau relokasi itu merugikan pedagang, maka pemerintah telah melakukan penghianatan terhadap Pancasila,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tedy mengungkapkan, para PKL pasar Subuh ini menolak dipindahkan ke ke Pasar Baru Koto II. Pasalnya, kata Tedy, jika dipindahkan ke pasar baru itu, dagangan para pedagang akan sepi dari pembeli.

“Pasar baru tersebut sepi pembeli karena letaknya tidak strategis. Kami minta Wali Kota Bengkulu tetap mengizinkan pedagang berjualan di pasar subuh,” tuntut Tedy mewakili para PKL.

Selain itu, para PKL juga mendesak Walikota Bengkulu mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi para pedagang. “Kalau memang Walikota masih patuh pada Pancasila, buatlah Perda yang melindungi hak-hak PKL,” ujarnya.

Dalam aksinya, para PKL dan mahasiswa juga menyerukan agar para pemimpin lebih peduli pada nasib rakyat. Mereka juga menuntut agar para penyelenggara negara menyusun kebijakan sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila.

Rudy Nurdiansyah

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut