Mahasiswa Chile Kembali Gelar Protes Nasional Dua Hari

Gerakan mahasiswa Chile terus menjadi sorotan dunia. Sudah enam bulan gerakan ini mementaskan sebuah protes yang luas dan aktraktif, tetapi gerakan perlawanan seolah tak mengalami kelelahan dan tak pernah surut sebentar pun.

Hari ini, 17 November 2011, gerakan mahasiswa Chile kembali mengorganisir sebuah protes berskala nasional.  Gerakan ini mengambil panggungnya di kota Valparaíso, sebuah kota pelabuhan yang berjarak 120 kilometer dari Santiago. Protes nasional ini direncanakan berlangsung selama dua hari: 17-18 November 2011.

Protes nasional ini diorganisasir oleh para mahasiswa dan asosiasi dosen. Protes nasional diikuti oleh Federasi Mahasiswa Universitas Chile (FECH), Pusat Konfederasi Pekerja (CUT), pelajar sekolah menengah atas, Asosiasi orang tua murid, dan berbagai organisasi sosial.

Salah satu isu penting yang diusung dalam protes nasional kali ini adalah penolakan pendidikan dikelola oleh kotamadya dan penolakan terhadap proposal anggaran pendidikan 2012 oleh pemerintah.

Menurut Presiden Asosiasi Guru, Jaime Gajardo, perwakilan dari gerakan sosial direncanakan akan bertemu dengan sekelompok anggota parlemen nasional dari kelompok oposisi.

Menurut sebuah lembaga kerjasama ekonomi dan pembangunan yang berbasis di Paris, Perancis, biaya pendidikan di Chile termasuk tertinggi di dunia, bahkan jika menggunakan standar pendidikan di negeri-negeri makmur di Eropa.

Sebuah laporan lain menyebutkan bahwa orang Chili harus mengeluarkan 85% pendapatan mereka untuk membayar bangku kuliah.

Sementara itu, merespon keberlanjutan protes mahasiswa yang mendapat dukungan luas dari masyarakat, Presiden Chile Sebastian Pinera seolah tutup telinga dan tetap ngotot dengan proposalnya. Ia bahkan seolah tidak khawatir dengan popularitasnya yang kian anjlok di hadapan rakyat.

“Kami katakan, pendidikan di Universitas Chile adalah gratis bagi mereka yang tak mampu membayar. Tetapi yang bisa membayar harus membayar untuk ini,” kata Pinera.

Camila Vallejo, Presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile (FECH), mengaku pihaknya sedang berhadapan dengan rejim kanan yang mengabaikan luasnya protes sosial.

Tetapi gerakan mahasiswa sudah berjanji akan memperpanjang gerakan perlawanan ini hingga tahun depan, jika tidak ada respon dari pemerintah. Mahasiswa Chile juga mengutuk kaum oposisi yang melakukan negosiasi di balik pintu dengan pemerintah Sebastian Pinera. Gerakan mahasiswa menyebut ini sebagai penghianatan terhadap prinsip gerakan.

Menurut rencana, protes nasional ini akan berlanjut hingga besok. Panggung aksi besok akan berlangsung di kota Santiago, yang ditandai dengan pawai nasional mahasiswa, pekerja, dosen, orang tua murid, pelajar sekolah menengah atas, dan berbagai elemen gerakan sosial.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut