Long March Petani Ogan Ilir Tiba Di KabupatenTangerang

Aksi jalan kaki (long march) yang digelar oleh 70-an petani dari Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sudah memasuki wilayah Tangerang, Banten, pada hari Senin (2/11/2013).

Sore kemarin para petani tiba di desa Cangkudu, Balaraja, Kabupaten Tangerang. Para petani pun memutuskan menginap di sebuah mushollah di desa tersebut.

Menurut Reza Fahlevi, aktivis FRABAM yang menjadi koordinator dalam aksi ini, dalam aksi jalan kaki yang sudah memasuki hari ke-23 kemarin, seorang petani bernama Suwandi alias Otet (38 tahun), petani asal Tanjung Laut, Ogan Ilir, tiba-tiba jatuh pingsang di tengah perjalanan.

“Beliau langsung jatuh dan tergeletak di jalanan. Itu terjadi saat kami sudah mendekati Balaraja,” ungkap Reza.

Reza menjelaskan, Suwandi terserang penyakit maag dan keletihan. Karena kejadian itu, Suwandi pun langsung dievakuasi ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Lebih lanjut Reza mengungkapkan, para petani Ogan Ilir yang sedang melakukan long-march dari kampung halamannya ini diperkirakan akan memasuki Jakarta pada akhir pekan ini.

“Kami sudah tidak sabar lagi mau menyuarakan tuntutan kami kepada pejabat di Jakarta, yakni Presiden, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Kepala BPN Hendarman Supandji,” ungkap Reza.

Selain 70-an petani yang sedang melakukan long-march, ribuan petani dari Ogan Ilir juga akan masuk ke Jakarta. Mereka akan menumpangi puluhan bus. “Mereka akan beramai-ramai ke Jakarta untuk menyuarakan tuntutan mereka,” kata Yoris Sindhu Sunarjan, Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN).

Selain itu, kata Yoris, ribuan petani dari sejumlah desa di Jambi juga sudah bersiap-siap memasuki Jakarta. Mereka akan bergabung dengan petani Ogan Ilir dan rakyat Jakarta dalam aksi besar-besaran pada tanggal 10 Desember mendatang di bawah payung ‘Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945”.

Aksi Nasional Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 ini akan mengusung dua isu pokok, yakni Laksanakan Pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960 dan Pembentukan Panitia Penyelesaian Konflik Agraria untuk penyelesaian konflik agraria secara partisipatif.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • gok udi

    Selamat berjuang mamang2/bibek semoga diberikan kekuatan untuk mencari keadilan dimuka bumi indo ini.. kami turut mendoakan,,,,putra tabas dirantauan