Catatan Agus Jabo: WTO dan Long March Petani Ogan Ilir

Agus Jabo Priyono, Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD)

Awalnya kolonialisme Belanda masuk Indonesia melalui perdagangan, lalu mereka mencaplok wilayah/teritori. Untuk memperkuat kekuasaan, mereka hancurkan mentalitas serta kepribadian masyarakat Indonesia dengan cara menghilangkan ingatan sejarah kebesaran bangsa di masa lalu.

Masyarakat dipecah belah, kehilangan kepercayaan diri, sementara elitnya jadi priyayi antek kolonial.

Proklamasi kemerdekaan seharusnya menjadi jembatan emas untuk meninggalkan masa lalu yang kelam itu!

Namun, setelah 68 tahun Indonesia merdeka, terjadi arus balik: masyarakat kembali sakit, akibat penyelewengan yang dilakukan para petinggi bangsa dari jiwa, dasar, tujuan serta cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Kedaulatan, kemandirian, kepribadian hancur lebur; korupsi hidup subur, menghantam struktur kekuasaan. Hutang negara; perampokan sumber daya alam kian merajalela; petani dirampas tanahnya, sumber hidupnya; kaum buruh bertahan hidup dengan upah rendah.

Imperialisme! Itulah penyakit ganas itu!

Ikatan batin, kekeluargaan, gotong royong yang menjiwai kehidupan politik, ekonomi dan kepribadian bangsa kita, hilang musnah. Situasi bangsa dalam keadaan darurat, harus diselesaikan dengan jalan darurat, agar cita-cita proklamasi bisa kembali tegak, dan masyarakat adil makmur, lahir batin, aman sentosa bisa terwujud!

Pembangunan bukan hanya sekedar angka-angka pertumbuhan ekonomi, yang itupun juga bukan milik bangsa kita, melainkan dinikmati modal asing dan para kompradornya. Kita hanya dapat sisa-sisa saja.

Mental bangsa pun harus dibangun, namun itu tidak mungkin dilakukan dalam alam liberal seperti sekarang ini.

Kita bisa, pasti bisa bangkit, menjadi besar, sejahtera aman sentosa, asal kita kembali berpegang teguh kepada jati diri bangsa yaitu cita-cita proklamasi, pancasila dan UUD Proklamasi 1945, dengan bersatu dan percaya dengan kekuatan sendiri.

Salam gotong royong!

Agus jabo Priyono/Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut