Long March Petani Ogan Ilir Bersiap Menyeberangi Selat Sunda

Aksi jalan kaki (long march) yang digelar oleh puluhan petani Ogan Ilir, Sumatera Selatan, masih berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Rabu (27/11) kemarin, para petani sempat menggelar aksi massa di kantor Bupati Lampung Selatan. Di sana para petani meminta dukungan untuk perjuangan mereka.

Para petani menggelar orasi-orasi politik dan mimbar bebas. Tak lama kemudian, mereka ditemui oleh Humas Pemkab Lampung Selatan. “Dia (Humas Pemkab Lamsel) menyatakan dukungan secara moral terhadap perjuangan kami,” kata Reza Fahlevi, aktivis FRABAM yang turut dalam aksi long march petani ini.

Lebih lanjut Reza mengungkapkan, dalam aksi long march yang sudah memasuki hari ke-18 kemarin para petani mendapat sedikit kesulitan lantaran kondisi jalan yang menanjak.

Tadi malam para petani menginap di sebuah masjid di pinggir jalan. Menurut Reza, para petani berencana akan menyebrangi selat Sunda pada Rabu (28/11) siang.

“Besok kami akan menyeberang menuju Jakarta,” katanya.

Untuk diketahui, aksi jalan kaki yang dilakukan oleh puluhan petani dari Ogan Ilir ini dimulai sejak tanggal 10 November lalu. Mereka berencana menggelar aksi jalan kaki menuju Jakarta.

Para petani, yang 6000 kepala keluarga dari 22 desa di Kabupaten Ogan Ilir itu, sedang berkonflik dengan PTPN VII Unit Cinta Manis. Mereka menggelar aksi jalan kaki ke Jakarta untuk menuntut hak atas tanah seluas 13.000 hektar yang dicaplok oleh PTPN VII Cinta manis.

Selain itu, para petani juga akan mendesak pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi yang melibatkan PTPN VII unit Cinta Manis. Tak hanya itu, para petani mendesak agar Menteri BUMN Dahlan Iskan segera dicopot dari jabatannya karena membiarkan perusahaan perkebunan negara merampas hak-hak kaum tani.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut