Long March Petani Jambi: Petani Makin Memahami Arti Penting Solidaritas

Aksi jalan kaki (Long March) petani Jambi, yang sudah melintasi sejumlah Kabupaten dan puluhan desa-desa di sepanjang Jambi-Sumsel, telah menciptakan semacam kesadaran baru bagi petani, khususnya mengenai arti-penting solidaritas.

“Di sepanjang desa-desa yang kami lalu, rakyat memperlihatkan antusiasme terhadap perjuangan kami. Tak jarang diantara mereka ada yang berusaha menyemangati aksi kami,” kata koordinator aksi petani, Andi Syaputra.

Andi menceritakan, ketika dalam perjalanan peserta aksi bertemu malam, warga setempat dengan sukarela membantu mencarikan tempat menginap. Biasanya, kalau bukan di Mushollah, petani menginap di rumah-rumah warga.

Selain itu, Andi mengungkapkan, kalau petani semisal beristirahat di sebuah desa karena kehujanan atau kecapekan, maka warga setempat biasanya ada yang menyumbang bahan makanan.

Bagi peserta aksi, dukungan warga desa yang sangat besar itu cukup membantu dan menyemangati perjuangan mereka. “Ini semacam dukungan moral terhadap perjuangan kami. Artinya, mereka sangat bersimpati terhadap perjuangan kami. Inilah solidaritas sesama kaum tertindas,” kata Andi.

Selain mengulurkan bantuan, malahan ada warga desa yang menawarkan diri untuk ikut aksi long march petani Jambi. “Kemarin, sewaktu masih di desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin, ada dua warga desa yang menawarkan diri untuk ikut aksi,” ungkap Andi.

Untuk hari ini, petani melakukan aksi long march di bawah terik matahari. Kondisi ini cukup menguras energi petani. Meski begitu, petani tetap bersemangat untuk mengayunkan kaki. “Bagi kami, terik matahari itu sudah hal yang biasa. Kami harus tetap melangkah, sebab di ujung sana itu ada cita-cita dan harapan yang sedang menunggu,” tutur Adi.

Malam ini petani beristirahat di Desa 108, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin. Atas inisiatif kepala Dusun, petani menginap di sebuah Mushollah yang sudah tidak difungsikan lagi.

Dukungan Organisasi Pergerakan Di Sumsel

Sementara itu, kemarin (15/12), aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sumsel, bersama dengan SRMI dan LMND, mendatangi petani Jambi dan memberikan bantuan logistik dan obat-obatan.

“Ya, kawan-kawan Jambi memberi kami bantuan Rp 500 ribu, obat-obatan, beras, mie instan, dan air mineral. Bantuan mereka sangat menolong kami. Sebab, kami memang sedang kekurangan logistik,” ujar Andi.

Sementara itu, menurut Ketua PRD Sumsel, Eka Subakti, sejumlah organisasi pergerakan di Sumsel sudah bersepakat untuk menyambut dan bersolidaritas untuk perjuangan petani Jambi.

Diantara organisasi yang bersolidaritas, yakni KASBI Sumsel, Asosiasi Produsesn Batu Bata Sumsel, Ecosob Institute, OJ, dan BEM Universitas Sriwijaya.

Kata Eka Subakti, organisasi pergerakan di Sumsel sudah mempersiapkan penyambutan besar-besaran di kampus IAIN Raden Fatah. Setelah itu, mereka akan menggelar aksi bersama dengan petani Jambi di kantor DPRD Sumsel dan kantor Gubernur untuk meminta dukungan politik.

Ulfa Ilyas  

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut