LMND Poso: Cerdaskan Bangsa untuk Menangkan Pancasila

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kota Poso, Sulawesi Tengah, mendesak pemerintahan Jokowi-JK untuk memastikan setiap warga negara bisa mengakses pendidikan dari dasar hingga perguruan tinggi.

Tuntutan itu disuarakan melalui aksi kampanye “Menangkan Pancasila” yang digelar oleh 30-an anggota LMND dari depan kampus Universitas Sintuwu Maroso (UNSIMAR) menuju  Bundaran Jam Kota Poso, Selasa, 2 Oktober 2017.

“Salah satu tujuan bernegara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu mandat konstitusi yang wajib dijalankan penyelenggara negara,” kata koordinator aksi, Rey Metusala, kepada berdikarionline.com.

Menurut dia, bicara menangkan Pancasila berarti memastikan setiap warga negara bisa mengakses pendidikan dari dasar hingga pendidikan tinggi.

Faktanya, kata dia, masih ada 6 juta rakyat Indonesia yang buta huruf dan 4,5 juta anak usia SD yang belum pernah menyentuh bangku sekolah.

Lebih lanjut, Angka partisipasi kasar (APK) Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Indonesia masih 31 persen, lebih rendah dibanding Malaysia yang sudah 50-60 persen.

“Di Indonesia, ada 40 persen angkatan kerjanya yang hanya lulusan SD. Bagaimana bicara produktivitas dan daya saing dengan kondisi begitu,” terang dia.

Karena itu, tegas dia, memenangkan Pancasila di lembaga pendidikan bukan soal memerangi kelompok anti-Pancasila, tetapi juga memastikan mandat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bisa terwujud.

Rey menegaskan, salah satu persoalan yang menghambat akses warga menikmati pendidikan adalah komersialisasi yang mendorong biaya pendidikan naik setinggi langit.

“Kalau Pak Jokowi mau konsisten memenangkan Pancasila di lembaga pendidikan, maka hapuskan semua regulasi yang membuka jalan bagi komersialisasi pendidikan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, LMND juga menyatakan akan mendirikan posko Menangkan Pancasila di kampus-kampus. Posko ini akan menjadi wadah untuk sosialisasi dan diskusi soal Pancasila, sekaligus wadah memperjuangkan hak-hak mahasiswa untuk mendapat pendidikan.

Muhammad Idris

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut