Kisah Perjuangan Para Penambang Dalam Perang Dunia

Beneath Hill 60
Sutradara : Jeremy Sims
Penulis Skenario : David Roac
Pemain : Brendan Cowell, Harrison Gilbertson, Gyton Grantley
Tahun Produksi : April 2010

Kalau film-film perang selama ini selalu menonjolkan kepahlawanan tentara di dalam perang, maka Jeremy Sims, aktor dan sekaligus sutradara hebat berkebangsaan Australia, berusaha mengangkat kisah perjuangan para penambang saat perang dunia ke-II.

Dalam karya terbaru Jeremy Sims, Beneath Hill 60, menceritakan tentang 19 penambang Australia di garis depan melawan Jerman. Pada malam itu, tanggal 7 Juni 1917, di Messines Ridge, dekat Ypres di Belgia, 19 penambang Australia itu berhasil membuat ledakan besar dan sekaligus memukul mundur Jerman dari Hill 60.

Ledakan itu, menurut kesaksian orang-orang saat itu, terdengar hingga ke London dan Berlin. Dengan ledakan itu, pasukan Jerman kehilangan banyak sekali pasukannya dan sempat terpukul mundur. Meskipun, dalam beberapa tahun berikutnya, daerah itu berhasil direbut kembali oleh Jerman.

Dalam film ini, para penonton akan lebih banyak melihat parit-parit dan terowongan bawah tanah. Dentuman senjata mesin dan ledakan artileri juga terus terdengar sepanjang 122 menit film ini. Hal ini tentu sangat menarik, bahwa sebuah alur sebuah film justru banyak dibuat di terowongan bawah tanah.

Sutradara Jeremy Sims mengambil film ini dari kisah nyata seorang komandan penggali terowongan Australia, Kapten Kapten Oliver Woodward, yang diperankan oleh Brendan Cowell. Dengan bantuan si penulis cerita, David Roach, Sims berhasil mengangkat kisah ini menjadi begitu heroik dan membuka mata dunia terhadap kisah perjuangan para penambang dalam perang.

Film ini dimulai dengan kedatangan komandan baru pasukan penggali terowongan Australia, Oliver Woodward. Pada awalnya, dia sempat diabaikan oleh temannya yang bernama Fraser (Steve Le Marquand). Tetapi, sesaat setelah Woodward, bersama Fraser dan Norman Morris (Gyton Grantley), berhasil meledakkan salah satu pos pertahan Jerman, maka hubungan mereka menjadi cair.

Situasi menegangkan terjadi tatkala Woodward dan teman-temannya dipindahkan ke Hill 60, tempat yang dikenal dengan banjir darah dan korban yang banyak. Seorang penambang muda, Private Tiffin (Harrison Gilbertson), sangat loyal dan setia kepada Woorward. Sesaat sebelum peledakan Hill 60, Tiffin, yang anak tukang kayu di Wollongong Australia, memberinya sebuah kotak surat yang dibuat sendiri.

Film ini menciptakan ketegangan tersendiri. Ketegangan justru terjadi di bawah tanah, yaitu saat penggali Australia dan Jerman masing-masing berusaha saling menghancurkan. Pada tanggal 7 Juni 1917, para penambang Australia berhasil meledakkan Hill 60. Namun, Woodward harus kehilangan banyak kawannya, salah satunya, Tiffin, yang terperangkap di dalam terowongan.

Selain kisah heroik dan menegangkan di garis depan, film ini juga mengangkat kisah percintaan Woodward dan kekasihnya, Marjorie (Bella Heathcote). Karena kisah percintaan ini muncul dalam bentuk potongan-potongan di tengah alur, maka seolah-olah ada dua dunia dalam film ini: garis depan dengan perangnya dan kisah percintaan Woodward-Marjorie.

Kendati film ini sudah lama dirilis, yaitu April 2010, tetapi tidak ada salahnya untuk tetap mempromosikannya kepada yang belum pernah menonton. Lagi pula, sisi lain dari film ini, yaitu kisah perjuangan para insinyur tambang, patut diapresiasi dan diacungi jempol.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut