LMND Lampung Anggap SBY-Budiono Gagal

Sedikitnya 30-an aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar aksi di Tugu Adipura Bandar Lampung, Sabtu, 22 Oktober 2011. Aksi ini bertepatan dengan momentum 2 tahun pemerintahan SBY-Budiono.

Dalam pernyataannya, LMND Bandar Lampung menganggap rejim SBY-Budiono sudah gagal mensejahterakan rakyat. “Kita sekarang memasuki era penjajahan baru. Sumber daya alam kita dikuras oleh pihak asing. Sementara rakyat kita sangat miskin dan sengsara,” ujar Wendri Wahyudi selaku koordinator aksi ini.

Massa LMND ini membawa sejumlah spanduk, poster, dan selebaran. Mereka juga berkali-kali singgah di beberapa tempat keramaian untuk menyampaikan seruan-seruan politik kepada masyarakat luas.

Nyoman Adi Wirawan, Ketua LMND Bandar Lampung, kepemimpinan nasional di bawah SBY-Budiono sangat patuh kepada modal asing. Ia juga menyesalkan sikap SBY-budiono yang terlalu banyak mengumbar politik pencitraan.

“Tidak satupun janji kampanye SBY-Budiono yang dijalankan. Pemberantasan korupsi tidak memperlihatkan hasil, malahan semakin merajalela. Sektor pertanian hancur karena impor pangan. Industri nasional gulung tikar karena diserbu liberalisasi,” ujarnya.

Nyoman mengeritik sikap pemerintahan SBY-Budiono yang begitu patuh kepada agenda neoliberalisme. “Neoliberalisme sudah terbukti gagal. Negeri-negeri kapitalis maju, khususnya AS dan Eropa, dilanda krisis sangat dahsyat. Kenapa pemerintah kita masih patuh pada resep ekonomi yang sudah gagal itu,” terangnya.

Ia pun menyerukan perlunya persatuan nasional untuk menurunkan SBY-Budiono.  Persatuan itu merupakan upaya untuk menyatukan berbagai kekuatan politik penentang imperialisme dan sektor-sektor rakyat yang dirugikan oleh neoliberalisme.

Selain itu, Nyoman juga mendesak agar bangsa Indonesia kembali kepada semangat dan filosofi pasal 33 UUD 1945. Katanya, pasal tersebut sangat progressif dan sangat relevan untuk menjawab kegagalan ekonomi kapitalisme saat ini.

“Pasal 33 UUD 1945 adalah warisan pendiri bangsa. Ini adalah senjata ekonomi untuk melikuidasi kolonialisme dan sekaligus mendatangkan kemakmuran rakyat,” tegas Nyoman Adi.

Ketika sampai di Tugu Adipura, para aktivis LMND ini menggelar aksi teatrikal. Mereka berupaya menggambarkan bagaimana SBY-Budiono menghianati cita-cita para pendiri bangsa. Aksi teatrikal ini juga disertai dengan pembacaan puisi-puisi karya seniman PRD, Wiji Thukul, seperti “menolak patuh” dan “peringatan”.

Selain aksi yang digelar LMND, ada pula kelompok mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Lampung.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut