LMND Dan API Kartini Siantar Tolak MEA 2015

IMG20150505101344 (2)

Puluhan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini menggelar aksi massa di kantor DPRD Kota Pematangsiantar, Selasa (5/5/2015). Mereka menolak agenda Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Menurut Bismar Siahaan, Ketua LMND Kota Pematangsiantar, MEA 2015 akan menjadi lokomotif untuk mempercepat agenda liberalisasi ekonomi dan perdagangan bebas di tingkat kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia di dalamnya.

Sebagai dampaknya, kata Bismar, Indonesia akan merombak tatanan ekonominya agar makin liberal, termasuk di sektor pendidikan. Dengan diberlakukannya MEA, sektor pendidikan Indonesia dipaksa membuka diri terhadap hadirnya lembaga pendidikan asing.

Selain itu, lanjut dia, orientasi pendidikan Indonesia juga akan semakin mengarah pada pasar. “Kurikulum pendidikan akan diabdikan untuk kepentingan pasar bebas,” katanya.

Tidak cuma itu, ungkap Bismar, Indonesia juga harus membuka diri bagi hadirnya tenaga kerja asing. Hal tersebut akan mempersengit persaingan dalam pasar tenaga kerja di Indonesia.

“Dengan kondisi pendidikan kita yang tertinggal di banding negara-negara ASEAN, maka bisa jadi keluaran lembaga kita akan semakin banyak yang menjadi pengangguran,” bebernya.

Selain soal MEA 2015, LMND juga menyinggung soal praktek komersialisasi pendidikan di Indonesia. Katanya, sejak mengadopsi paket kebijakan ekonomi dari IMF dan WTO, pendidikan di Indonesia makin kapitalistik.

“Ini dibuktikan dengan lahirnya berbagai Undang-Undang yang mendorong komersialisasi pendidikan, seperti UU Sisdiknas dan UU Pendidikan Tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ruthika Tampubolon dari LMND komisariat Nomensen menyoroti soal penyelenggaraan pendidikan yang melenceng dari tujuan pendidikan nasional sebagaimana dicita-citakan pendiri bangsa.

“Sekarang ini pendidikan kita hanya pencipta robot-robot. Pendidikan hari ini kehilangan esensinya, yaitu pembentuk ilmu pengetahuan dan budi pekerti,” terangnya.

Selain menggelar orasi-orasi, massa aksi LMND dan API Kartini juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan tentang mahalnya biaya pendidikan. Tidak hanya itu, mereka juga membagi-bagikan selebaran di kampus-kampus di Pematangsiantar.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut