Lawan Pemerkosaan, Perempuan India Bentuk ‘Brigade Merah’

Perempuan India yang menyebut diri "Brigade Merah" di di Lucknow, India bagian utara.

Bicara tentang “Brigade Merah”, orang akan mengingat sekelompok gerilyawan kiri di Italia. Namun, kita tidak sedang bicara soal Brigade Merah (Brigate Rosse) versi Italia itu.

Ini adalah Brigade Merah versi perempuan India. Organisasi ini dibentuk tahun 2011, di Lucknow, India bagian utara, sebagai alat pertahanan kaum perempuan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan pemerkosaan.

Sebagian besar anggota kelompok ini adalah perempuan berusia 16 hingga 25 tahun. Anggota kelompok ini mengenakan pakain merah, celanan hitam, dan selendang hitam. Orang-orang memanggil mereka “Khatre Ki Ghanti” (peringatan bahaya).

Pemimpin kelompok ini adalah Usha Vishwakarma, 25 tahun, anak seorang tukang kayu. Usha sendiri punya pengalaman terkait upaya pemerkosaan. Namun, karena saat itu Usha mengenakan celana jeans ketat, sang pelaku mengalami kesulitan. Kesempatan itulah yang digunakan oleh Usha untuk menendang bagian sensitif si pelaku. Upaya pemerkosaan itu pun gagal.

“Butuh setahun lebih untuk pulih dari kejadian itu. Tapi, sejak kejadian itu, saya sadar bahwa perempuan punya kekuatan untuk melindungi dirinya,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, ia mulai mengambil inisiatif untuk mengorganisir sesama perempuan di lingkungannya. “Perempuanlah yang menanggung beban dari berbagai kasus pelecehan seksual. Tidak ada yang datang menyelematkan mereka dan tidak ada bantuan dari pemerintah ataupun kepolisian,” ungkapnya.

Mereka pun memutuskan mengambil langkah revolusioner, yakni membangun unit pertahanan. Itulah yang dikenal dengan sebutan Brigade Merah. Awalnya hanya beranggotakan 15 orang, tetapi sekarang sudah mencapai ratusan orang.

“Saya memilih merah karena pertanda bahaya, sedangkan hitam berarti protes,” kata Usha Vishwakarma.

Para perempuan ini memang belajar seni bela diri. “Pertama kita coba menyelesaikan masalah secara damai. Tetapi jika mereka mengabaikannya atau tidak mengubah sikap, kami akan memberi pelajaran sebenarnya,” kata Laxmi, salah seorang anggota Brigade Merah lainnya.

Pemerkosaan memang masalah besar di India. Kelompok perempuan India menyebutkan, kasus perkosaan terjadi hampir setiap 20 menit di negerinya. Di Ibukota India, New Delhi, ada 635 kasus pemerkosaan dalam setahun.

Catatan Biro Arsip Kejahatan India menyebutkan, kasus pemerkosaan di India melonjak tajam 873,3% sejak tahun 1971 hingga 2011. Pada tahun 1971, jumlah kasus pemerkosaan tercatat 2.487 kasus. Namun, pada tahun 2011, jumlahnya sudah mencapai 24.206 kasus.

Sebuah survei PBB pada tahun 2010 mengungkapkan, sebanyak 80% perempuan di New Delhi mengaku pernah menghadapi pelecehan seksual, baik verbal, visual, maupun fisik.  Kondisi transportasi umum, yang penuh sesak dengan penumpang, menjadi tempat yang paling sering terjadi pelecehan seksual. Sebanyak 54% perempuan India merasa tidak aman ketika berada di atas transportasi umum ataupun di halte.

Akhir Desember lalu, terjadi pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi di New Delhi. Kejadian itu memicu kemarahan nasional dan menyita perhatian hampir seluruh dunia.

Perempuan-perempuan Brigade Merah ini berharap agar bentuk perjuangan mereka diikuti oleh perempuan-perempuan lain di seluruh India, termasuk di kota-kota.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut