Lagu-lagu Indonesia Tentang Kereta Api

stasiun-keretaapi-bogor-jadul.jpg

Lirik lagu yang ditulis oleh banyak seniman music, ide atau inspirasinya bisa dari manapun, mulai dari hal remeh-temeh, bercanda sampai hal-hal serius dan update peristiwa yang tengah terjadi.

Tapi, kali ini saya membatasi dulu pada lirik lagu yang bertema seputar Kereta Api, yakni proses kreatif yang tercipta karena kereta api. Entah saat naik kereta dalam perjalanan ke suatu tempat, atau ketemu suasana stasiun kereta yang sanggup menerbitkan ide menulis atau apapun itu, tujuannya agar terdokumentasi list lagu bertema seperti judul tulisan ini yang mungkin sedikit berbagi info untuk yang membacanya.

Baiklah, saya mulai saja berdasarkan urutan abjad nama musisi yang bernyanyi tentang kereta api.

Elvy Sukaesih – Kereta Malam

Elvi.jpg

 Lagu dangdut Kereta Malam yang bercerita tentang perjalanan menengok nenek ke Surabaya adalah karya Rhoma Irama, pertama kali di populerkan Elvy Sukaesih tahun 70-an. Tahun 90-an Evie Tamala juga menyanyikan ulang lagu ini, dan kembali booming di tahun 2013 setelah Soimah menyanyikannya dalam sebuah acara rutin di sebuah stasiun televisi swasta.

Belakangan sebuah girlband dangdut D’Mojang meminta izin kepada Rhoma Irama sebagai pencipta Kereta Malam  untuk (lagi-lagi) menyanyikan ulang lagu tersebut. Rhoma Irama merestui D’Mojang dengan beberapa kriteria khusus, seperti: lagu harus dibawakan sesuai liriknya, sopan, tidak dibawakan dengan erotis dan harus dalam aransemen dangdut.

Elpamas – KGB [album TATO 1991]

Elpamas1.jpgElpamas konon singkatan dari ELek-elek PAndaan MAS (“jelek-jelek dari Pandaan Mas..”). Pandaan adalah sebuah kota di Pasuruan Jawa Timur, kampung halaman dimana awal band ini terbentuk.

Sepanjang karir musiknya Elpamas sudah membuat 6 album, antara lain Dinding-Dinding Kota [1989], Tato [1991], Bos [1993], Negeriku [1997], Dongeng [2000] dan 60 Km/Jam [2003].

Sempat terkena cekal karena lagu mereka yang berjudul Pak Tua  sangat popular, sampai-sampai Soeharto, sang penguasa orde baru kala itu, merasa tersindir oleh lagu itu.

Nah lagu KGB (Kereta Gaya Baru) yang sesuai dengan konteks tulisan ini ada di album TATO,  yang diproduksi 1991. Elpamas memotret suasana dalam gerbong kereta kelas ekonomi Kereta Gaya Baru di perjalanan Surabaya ke Jakarta, seperti pada penggalan liriknya di bawah ini:

berangkat dari Surabaya menuju kota Jakarta

kereta gaya baru malam mengantar aku pergi
berjubel himpit-himpitan semua keringatan
pencopet melotot matanya mau copot karena banyak sasaran

kereta api terus jalan seakan tidak perdulikan
apa yang terjadi di dalam bukanlah persoalan
pedagang pada seliweran bisingnya tak karuan

karena kelewatan bikin keributan petugas main tangan

Franky and Jane – Kereta Malam (Perjalanan)

franky.jpgDuet kakak – adik ini telah menghasilkan 15 album musik yang banyak bercerita tentang alam; Kepada Angin Dan Burung-Burung, Musim Bunga, Panen Telah Datang, Di Ladang Bunga.

Tapi seorang Franky Sahilatua saat bersolo album tidak bisa melulu memuja-muja indahnya alam, sebagaimana Iwan Fals, ia juga bisa kritis terhadap kondisi negeri dan berpihak kepada rakyat jelata.  Semua ditulisnya menjadi lagu; Terminal, Perahu Retak, Di Bawah Tiang Bendera, Pancasila Rumah Kita, Orang Pinggiran,  dan lain-lain.

Jane bernyanyi solo untuk lagu Kereta Malam – Perjalanan ini. Syahdu dan sendu melantun, ditambah sayatan biola nan pedih membuat pilu hati bila mendengar lagu ini, klop dengan lirik yang bercerita kesedihan seorang ibu yang ditinggal mati anak gadisnya.

Grass Rock – Kereta Api (Album Grass Rock, 1994)

Grass rock.jpgBila kita bicara atau mengulas sejarah musik rock Indonesia, itu tidak akan utuh tanpa menyertakan nama Grass Rock di dalamnya. Siapapun itu, generasi tahun 70-an yang masih menghirup udara kehidupan hingga detik ini, pasti tidak akan lupa dengan suasana 80-an akhir hingga 90-an di masa jaya-jayanya hingar-bingar musik rock.

Saat itu, rocker maupun awam pasti kenal dengan lagu Anak Rembulan (Peterson) atau Gadis Tersesat milik Grass Rock. (Alm) Dayan, sang vocalis, menurut saya, bolehlah disejajarkan dengan Iwan Fals untuk urusan menulis lirik. Dayan hebat dalam membekukan kejadian-kejadian hidup. Simaklah lagu; Lingkaran, Santet, Bulan Sabit, Terasing, Lagu Harapan dan sebagainya. Grass Rock yang lahir di Surabaya 4 Mei 1984 dan sudah menorehkan 4 album ini begitu keren ketika membuat pembelaan terhadap musik (rock) di lagu Prasangka.

Dengan balutan progressif rock, lagu Kereta Api mengisi album bertajuk sama dengan nama grup, Grass Rock, di tahun 1994. Arrasemen lagu ini gak umum memang.  Bagi pendengar yang terbiasa dengan musik easy listening, mungkin akan sedikit “tersiksa” menyimak lagu ini.

kereta datang kuda pacu
mendengus masuk peron
kereta pergi aku ngerti
esok menyimpan mati

orang-orang sekitarku
tampak tak peduli
bergegas tergesa-gesa
tak sempat bersolek

sementara kupandang wajahnya
dia hanya bisa terdiam
menyaksikan manusia tidur berjalan…

Iwan Fals – 1910

iwan-falsmuda.jpg1910 adalah judul lagu yang menjadi tanggal dan bulan (19 Oktober) terjadinya tragedi kecelakaan kereta api Bintaro yang memakan korban nyawa ratusan jiwa. Dengan apik dan komplit Iwan Fals membekukan tragedi tersebut dengan karya dan menjadikan tajuk albumnya ke Enam Belas.

Iwan Fals sepertinya ingin mengingatkan kepada banyak orang agar tragedi ini tidak terulang lagi, dan tentu kritik kepada perusahaan jawatan kereta api yang notabene bertanggung jawab atas kesalahan prosedur pemberangkatan sehingga kecelakaan maut Bintaro terjadi.

Leo Kristi – Kereta Laju [1976]

leo kristi.jpgKalau menurut Wikipedia, saat Gombloh, Iwan Fals, Doel Sumbang, Franky Sahilatua dan musisi-musisi balada yang lain sudah “insyaf” dan mau berdamai dengan pasar dan juga dikte industri musik, maka Leo Kristi tidak ikut kesana. Ia memilih tetap menggelandang dan bersentuhan langsung dengan kehidupan orang banyak dalam proses kreatif penciptaan karyanya.

Saya pribadi mengenal lagu Kereta Laju karya Leo Kristi setelah band rock Boomerang membawakan ulang lagu ini di album Segitiga tahun produksi 1998.

Dengan greget emosionil tinggi, Kereta Laju versi Boomerang nikmat sekali meraung-raung, gebukan drum mengguncang, distorsi gitar menyambar-nyambar gendang telinga dan Roy Jaconiah sang vocalisnya (saat itu) berteriak pekak, dijamin akan membuat tensi darah naik.

Naik Kereta Api [NN] dan Kereta Baru [Pak Kasur]

… naik kereta api tut.. tut.. tut..

siapa hendak turut

ke Bandung – Surabaya..

bolehkah naik dengan percuma….

Lagu tanpa nama pencipta ini begitu akrab dengan kita, mengiringi dolanan kita saat masih kanak-kanak dulu hingga sekarang jadi gerangan. Sungguh besar jasa para pencipta lagu kanak-kanak tempo dulu, membuat lirik yang mendidik dengan nada yang mudah ditangkap oleh indra pendengaran tingkat usia kanak-kanak. Tentulah sangat tidak mudah.

Atau lagu ‘Kereta Baru’ gubahan Pak Kasur tentang kreatifitas kanak-kanak dalam membuat mainan, seperti pada lirik di bawah ini:

lihat ibu keretaku yang baru
cukup besar buat ayah dan ibu
roda empat buatanku sendiri
dari kulit buah jeruk bali

Rasanya tak cukup hanya dengan berterimaksih kepada Ibu Sud, Pak Kasur atau banyak No Name yang berkarya mencipta lagu kanak-kanak ini, tapi sudah menjadi kewajiban kita melestarikan abadinya lagu-lagu tersebut, atau bahkan turut andil dengan mencipta lagu baru karena alasan keprihatinan kita bersama dimana kanak-kanak era sekarang lahir – tumbuh – bernyanyi mengkonsumsi lagu-lagu dewasa yang sebenarnya belum cocok untuk usia mereka.

***

Demikianlah sekelumit lagu-lagu tentang kereta api. List atau daftar ini masih bisa dipanjangkan bila pembaca punya referensi lain yang belum tercantum disini. Sebenarnya masih ada Sujiwo Tejo dengan Stasiun Tuaku [album ‘Pada Sebuah Ranjang’ tahun 1999], Power Slaves dengan Kereta Rock N’ Roll atau Guns N’ Roses yang menderu dengan Night Train nya, tapi karena keterbatasan data dan terbatas juga kemampuan menangkap maksud lagu berbahasa asing maka saya sudahi dulu tulisan ini.

Kedepan mungkin tema-tema lagu tentang suasana di kereta tentu akan berubah mengikuti arus jaman. Kalau dulu kita bisa mendapat kawan atau kenalan baru dan bisa saling curhat dalam perjalanan jauh (seperti di lagu ‘Kereta Malam’-nya Franky And Jane), tapi sekarang suasana akrab akan sulit di dapat. Kenapa..? Karena kiri – kanan, depan – belakang dan kita sendiri dipastikan asyik dengan gadget-nya, kita sudah menjadi individual yang asyik sendiri, menyumpal rapat telinga kita dengan earphone sembari menyimak musik, dan memiliki kesibukan luar biasa di jejaring sosial.

Dimanapun itu, dalam angkot, di bis kota, di ruang tunggu, di antrian tiket bioskop, antrian cukur rambut, di stasiun-stasiun KRL, di halte bis Trans Jakarta atau sedang duduk dalam gerbong metro Mass Rapid Transit (MRT), angkutan massal modern yang akan dibangun di Jakarta mendatang, kita tak perlu lagi bertanya, menyapa pada orang yang duduk atau berdiri persis di sebelah kita. Bertanyalah saja pada google yang maha tahu itu, sapalah saja teman – teman di banyak jendela jejaring sosial kita. Dan jangan pernah takut tersesat karena sudah ada google map atau Global Positioning System (GPS). ***

Bekasi, 15 Mei 2014

Tejo Priyono

Bisa dihubungi di: [email protected]

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • yang lokal-lokal saja masih ada lagunya Ismail Marzuki berjudul “Sepasang Mata Bola” (lagu ini terinspirasi dari berpindahnya ibu kota negara RI ke Yogyakarta tahun 1946) dan “Juwita Malam” (sedangkan lagu ini terinspirasi dari kembalinya ibu kota negara RI dari Yogyakarta tahun 1949), ada juga lagunya Gombloh & Lemon Tree’s Anno ’69 di album Nadia & Atmospheer tahun 1978 yang judulnya “Kereta itu Berangkat Pukul 4.30”, ada juga lagunya Koes Plus di album Pop Anak-Anak Volume 1 tahun 1973 judulnya “Kereta Api” dan Koes Plus di album Bersama Lagi tahun 1978 judulnya “Kereta Api Pagi” (coba dengerin lagu Koes Plus ini, suasana di stasiunnya bener-bener dapet)…

  • AJ Susmana
  • Tejo Priyono

    terimakasih sekali untuk tambahan infonya. Untuk lagunya koes plus malah sepertinya saya belum dengar. Salam.

  • Tejo Priyono

    Wah iya..itu lagunya Nella Regar kan ngetop banget malah luput.
    Terimaksih tambahan infonya.
    Salam