Aniaya Pedagang Asongan, Oknum Marinir Dikecam

KAI.jpg

Paguyuban Asongan Mandiri Bumi Bung Karno (PAMB2K) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) kota Blitar mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum marinir terhadap pedagang asongan di atas kereta api jurusan Malang-Blitar.

Menurut Ketua PRD Blitar, Sujiono, tindakan kekerasan itu terjadi saat perjalanan kereta api berada di antara stasiun kepanjen dan ngberuk, Jumat (16/5). Saat itu, di atas kereta, sejumlah oknum marinir tiba-tiba memukuli para pedagang asongan.

Ada empat pedagang yang dipukuli, yakni M Nadir, Robert, Mbah Mad, dan Fauji. Mereka dipukul dan ditendangi oleh anggota Marinir tersebut. Bahkan, M Nadir mengalami luka lebam dan sempat pingsan. Korban kemudian turun di stasiun Ngberuk dan mencari klinik.

Menurut Sujiono, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat marinir itu tidak dapat dibenarkan. “Para pedagang itu sudah puluhan tahun menggantungkan hidupnya dari berjualan di kereta api. Kalau sekarang tiba-tiba dilarang, itu sama saja membunuh kehidupan mereka,” kata Sujiono.

Terkait kekerasan itu, PAMB2K dan PRD langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Sumber Pucung, Malang. Sayangnya, pihak Polres tidak merespon baik pelaporan itu dan malah mengalihkannya ke Koramil Sumber Pucung.

Akhirnya, PAMB2K dan PRD pun mendatangi Koramil Sumber Pucung. Namun, pihak Koramil pun menolak pelaporan para pedagang tanpa alasan yang jelas.

Karena itu, PAMB2K dan PRD Blitar berencana akan menggelar aksi besar-besaran bersama para pedagang asongan kereta api di Blitar. Selain mengecam aksi kekerasan terhadap pedagang, mereka akan menuntut agar para pedagang asongan diberi hak berjualan di atas kereta.

Mereka juga akan menolak kebijakan PT KAI yang melarang pedagang berjualan di sekitaran Peron dan di atas gerbong kereta api, yakni Instruksi Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Nomor 2/LL.m006/KA2012 tertanggal 13 Januari 2012.

Menurut para pedagang, kebijakan tersebut sengaja diarahkan untuk membunuh ekonomi rakyat kecil. Pasalnya, sementara para pedagang asongan dilarang berjualan di Peron, korporasi seperti Indomaret dan Alfamart dibolehkan. Selain itu, ada sub perusahaan PT. KAI yang berjualan di atas kereta api.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut