PBB Diminta Selidiki Pesawat Tak Berawak AS

NEW YORK: Sebuah proposal telah diserahkan kepada PBB untuk menganalisa konsekuensi hukum dan moral dari apa yang disebut senjata robot, sebuah pesawat tak berawak yang dipergunakan AS di Afghanistan.

Inisiatif ini merekomendasikan pembentukan grup ahli dengan subjek yang berbeda-beda, dari hak azasi manusia sampai ilmu pengetahuan, untuk mempelajari tantangan yang ditimbulkan oleh berbagai jenis senjata.

Pelaporan dibuat oleh pelapor khusus PBB untuk sanksi ekstrayudisial, Christof Heyns, saat pelaporan di sidang umum.

Para ahli tidak menyebutkan pesawat tak berawak secara langsung, namun memperingatkan bahwa masih ada masalah yang belum dianalisa oleh para ahli hukum humaniter dan hak azasi manusia.

Ia juga mencatat kebutuhan pemberian pertanggung-jawaban bagi korban sipil yang menjadi korban dari berbagai jenis senjata itu.

Empat bulan yang lalu, pendahulu Heyns,  Philip Alston, mengecam dewan hak azasi manusia PBB atas apa yang disebut pembunuhan selektif yang dilakukan oleh pesawat tak berawak AS.

Ia mengatakan bahwa praktek tersebut tidak memiliki dasar hukum, adalah sebuah pelanggaran norma terhadap pengadilan ekstrayudisial, dan melanggar hak rakyat untuk hidup. (PL/Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut