Kuba Peringati 50 Tahun Kemenangan Teluk Babi

Rakyat Kuba memperingati 50 tahun proklamasi watak sosialis dalam revolusi Kuba dan kemenangan saat menghalau invasi AS dalam peristiwa Teluk Babi, pada April 1961.

Di atas podium, Raul Castro, yang mengenakan seragam militer, berkali-kali berdiri untuk melambaikan tangan kepada para peserta parade militer dan rakyat Kuba. Sedangkan Fidel Castro, tokoh yang menjadi simbol peristiwa ini, dikabarkan tidak hadir.

Pawai dibuka dengan pidato singkat oleh Maydel Gomez, Presiden Federasi Mahasiswa, yang menyampaikan janji para pemuda untuk terus mendukung revolusi sosialis.

Parade pertama menggambarkan perjalanan heroik rakyat Kuba, termasuk kehadiran kaveleri “Mambi” dan 128 personilnya, dan juga kehadiran replika kapal “Granma”, dimana Fidel Castro dan pengikutnya menggunakan kapal ini saat tiba di Kuba tahun 1956.

Hadir pula parade militer yang memperlihatkan barisan tentara Kuba dengan wajah patriotik. Kendaraan lapis baja, tank, artileri darat, jet tempur, helikopter, dan sejumlah peralatan militer lainnya turut diperlihatkan dalam parade ini.

Ada juga parade rakyat Kuba yang diikuti oleh ratusan ribu orang. Mereka meneriakkan “Hidup Fidel, Hidup Raul, Hidup Partai Komunis Kuba”. Sebagian besar peserta parade adalah organisasi-organisasi rakyat dan serikat buruh. Selain meneriakkan yel-yel revolusi dan sosialisme, peserta parade juga membawa poster berisi dukungan terhadap revolusi dan gambar wajah Fidel Castro.

Parade lainnya adalah parade anak-anak kecil, ditemani oleh beberapa orang dewasa, yang memperlihatkan kecintaan mereka kepada negeri dan pemimpinnya.

Yang paling menarik dari keseluruhan parade adalah parade melek huruf, dimana ribuan orang berbaris membawa pensil, buku, dan lampu petromak sebagai simbol revolusi untuk mencerdaskan rakyat.

Peringatan kali ini bertepatan dengan Kongres ke-VI Partai Komunis Kuba pada hari Sabtu ini.

Peristiwa Teluk Babi adalah sebuah upaya invasi yang dilakukan oleh AS melalui CIA, dengan memanfaatkan ribuan pelarian Kuba yang sudah dipersenjatai dan dilatih perang, untuk menggulingkan Fidel Castro dan menghentikan revolusi Kuba. Dengan mengorganisasikan komite rakyat dan dukungan militer, Fidel dan rakyat Kuba berhasil mengalahkan serangan ini hanya dalam 72 jam.

Peristiwa itu telah membuat revolusi Kuba menjadi tambah kuat, dan segera setelah peristiwa itu, Fidel Castro mengumumkan watak sosialis dalam revolusi Kuba. “Kawan-kawan, pekerja dan petani, ini adalah Revolusi Sosialis dan demokratis dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan untuk Revolusi rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat ini, kita bersedia untuk memberikan hidup kita,” kata Fidel Castro saat itu.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut