Kronologis Penculikan, Kekerasan Dan Pembunuhan Warga SAD oleh aparat TNI

Pada rabu, tanggal 5 Maret 2014, telah terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI dan Security PT. Asiatic Persada terhadap warga Suku Anak Dalam (SAD) dan petani Mentilingan di desa Bungku, kecamatan Bajubang, Batanghari, Jambi.

Akibat tindakan kekerasan oleh TNI dan security PT. Asiatic Persada itu: seorang warga SAD bernama Puji (34 tahun) meninggal dunia dan 5 warga SAD lainnya mengalami luka parah. Berikut ini adalah kronologis kejadian tersebut:

Pukul 15.12 WIB:

Terjadi aksi penculikan atau pengambilan paksa terhadap Sdr. Titus (26 Tahun) oleh aparat TNI. Titus ditangkap di rumahnya di dusun Mentilingan, desa Bungku, Batanghari, saat sedang berkumpul dengan keluarganya. Ia kemudian dibawa dengan menggunakan mobil patroli kepolisian.

Diduga: penculikan terhadap Titus ini dilakukan karena ia menyaksikan pencabutan plang/papan pengumuman di lahan sengketa oleh aparat TNI. Pemasangan plang ini dilakukan sebagai bentuk pemberian informasi bahwa status lahan masih dalam sengketa antara warga Mentilingan versus PT. Jummer Tulen dan PT. Maju Perkasa Sawit (keduanya anak perusahaan PT. Asiatic Persada).

Pukul 15.15 WIB:

Sebanyak 6 orang aparat TNI kemudian membawa Titus menuju lokasi pabrik PT. Asiatic Persada di Sungai Kandang, Desa Bungku [kira-kira 3 kilometer dari rumah korban]. Namun, di tengah jalan, tepatnya di dusun Padang Salak, Titus diturunkan dari mobil dan kemudian dianiaya ramai-ramai oleh aparat TNI. Tak hanya dipukuli dan diinjak-injak, Titus juga dikencingi oleh seorang anggota TNI.

Pukul 15.40 WIB:

Titus akhirnya tiba di lokasi pabrik dalam keadaan penuh luka pukulan. Saat itu, dua orang anggota TNI kembali menganiaya Titus dengan menggunakan rotan dan memukul bagian belakang nya. Tak lama kemudian, anggot TNI memerintahkan Titus menjilati darahnya sendiri yang bercucuran di lantai kantor PT. Asiatic Persada.

Pukul 16.10 WIB:

Keluarga korban dan warga lainnya sebanyak 20 orang yang terdiri dari Petani Mentilingan dan Suku Anak Dalam (SAD) datang untuk menanyakan keadaan Sdr. Titus di kantor PT. Asiatic Persada. Warga datang dengan menumpangi kendaraan bermotor dan mobil Carry.

Namun, warga belum sempat menyampaikan maksudnya untuk negosiasi mendesak pembebasan Titus, aparat TNI langsung melepaskan berondongan tembakan ke arah atas dan ke bawah yang menyasar warga.

Saat itu, sebagian warga belum sempat turun dari kenderaan motornya, tetapi langsung dipukuli dan dianiaya oleh anggota TNI dan security PT. Asiatic Persada. Warga yang mendapat penganiaayaan dan dikeroyok beramai-ramai adalah: Sdr. Puji (34 Tahun), Sdr. Khori Kuris (71 Tahun), Sdr. Adi (24 Tahun), Sdr. Ismail (38 Tahun), Sdr. Yanto (31 Tahun), dan Sdr. Dadang (56 Tahun).

Sdr. Puji diseret dan dipukuli beramai-ramai oleh security PT. Asiatic Persada dan anggota TNI. Saat itu korban masih di atas motornya. Saat diseret dan dipukuli, Sdr. Puji sama sekali tidak melakukan perlawanan.

Sejumlah warga yang berusaha menyelematkan puji diberondong dengan rentetan tembakan oleh anggota TNI. Akhirnya, warga berlarian untuk menyelamatkan diri.

Pukul 16.45 WIB:

Saksi mata dari warga melihat mobil ambulance milik PT. Asiatic Persada keluar dari areal pabrik. Saksi mata melihat Titus dan Puji berada di atas ambulance itu. Saat itu, menurut pengakuan saksi warga, Titus masih dipukuli dan disiksa di atas ambulance oleh security PT. Asiatic Persada.

Pukul 19.30 WIB:

Sdr. Puji, yang sudah sekarat, tiba di Rumah SakitBayangkara, Kota Jambi. Dan saat itu, korban langsung ditinggal pergi/kabur oleh orang-orang PT. Asiatic Persada yang membawanya. Menurut pihak RS Bayangkara, saat tiba, Sdr. Puji masih dalam keadaan hidup tapi sudah sangat kritis.

Pukul 20.00 WIB:

Lima warga SAD korban pemukulan lainnya tiba di RSUD Raden Mataher, Kota Jambi. Untuk diketahui, jarak tempuh dari lokasi Desa Bungku ke Kota Jambi adalah lebih dari 3 Jam perjalanan atau + 150
Kilometer.

Pukul 22.00 WIB:

Warga SAD yang berada di lokasi Tenda-tenda pengungsian warga di Trans-Sosial, Johor, Desa Bungku, masih mendengar rentetan tembakan dari lokasi PT. Asiatic Persada.
Pukul 22.50 WIB:

Warga SAD dan perwakilannya baru mengetahui keberadaan Sdr. Puji di RS Bayangkara. Mereka pun berusaha untuk menjenguk dan melihat langsung keadaan Puji.

Pukul 23.03 WIB:

Sdr. Puji Bin Tayat menghembuskan nafas terakhir. Saat itu Sdr. Puji meninggal dalam keadaan tangan diborgol dan kaki diikat tali tambang. Saksi warga juga melihat kondisi wajah korban rusak lebam penuh darah.

Untuk diketahui, Sdr. Puji saat berada di RS Bayangkara tidak mendapatkan pertolongan medis apapun. Menurut pihak rumah sakit, pihaknya hanya melakukan pembersihan luka di tubuhnya. Saudara Puji bahkan sempat jatuh dari bangsal dan tergeletak di lantai hingga meninggal.

Untuk diketahui, saat ini sebanyak 700an warga masih bertahan di tenda-tenda darurat di Tran-sosial 1, Dusun Johor, Desa Bungku, sementara sebagian dari warga yang tergusur lainnya menumpang di rumah-rumah warga Tranmigrasi lainnya dan di hutan-hutan.

Dikeluarkan oleh: Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP-33 UUD 1945) Jambi. Ini adalah aliansi yang melibatkan organisasi pergerakan, yakni Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia. Warga SAD dan petani Mentilingan juga menjadi bagian dalam GNP-33 UUD 1945 ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • sevenking

    TNI membantai rakyat sendiri…saya sangat keberatan…tetap harus diusut tuntas

  • radith

    betul…..harus diusut tuntas itu…….kalo perlu di news ini jgn cm cantumkan tni saja…..yang lengkap biar lebih jelas mengusutnya……kan pasti ada pangkatnya….jelas ato tidaknya dia anggota tni ato anggota securitinya………dan g itu saja….harus diusut tuntas juga itu anggota securiti yg jelas2 memukuli…………..

  • adith

    Seharusnya aparat melindungi masyarakat, apalagi masyarakat kecil…… sy sangat perihatin dengan kejadian ini, semoga postingan ini bisa membuka smua kekejaman yang dilakukan oleh oknum TNI dan dapat di usut tuntas…………….

  • hakim

    aduhhhh,Tragis dan kejam bangat tu oknum tni, bukanya melindungi rakyat, malahan menyiksa rakyat sampai tewas, saya sebagai anak Purnawirawan TNI AD, sangat menyesalkan sekali kejadian tersebut, semoga oknum tni tersebut diberikan rahmat oleh allah swt, aminnn

  • Fajar Wiguna

    TNI dan Polri harusnya melindungi rakyatnya sendiri…..bukan golongan yg mampu membayar…..JAYALAH INDONESIA