KN-KPKR Solo Serukan Kembali Ke Pancasila dan UUD 1945

Seratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional- Komite Penyelamat Kedaulatan Rakyat (KN-KPKR) menggelar aksi massa di Bundaran Gladak, Jln Slamet Riyadi, Selasa (18/2/2014).

Dalam aksinya massa aksi KN-KPKR menuntut penyelenggaraan negara Republik Indonesia dikembalikan sesuai dengan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, Pancasila, dan UUD 1945. Aksi massa ini sekaligus bentuk deklarasi terbuka KN-KPKR.

“Sudah lama proses penyelenggaraan negara ini melenceng dari Pancasila dan UUD 1945. Sehingga, apa yang menjadi cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, yakni masyarakat adil dan makmur, tidak pernah tercapai,” kata Topan Tri Haryoko, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang menjadi korlap aksi ini.

Menurut Haryoko, di bidang ekonomi, rezim berkuasa di Indonesia saat ini terang-terangan mengadopsi sistam kapitalisme liberal. Katanya, hal itu terbukti pada dominannya kebijakan ekonomi pemerintah yang pro liberalisasi perdagangan, privatisasi BUMN dan layanan publik, kebebasan berinvestasi, dan lain-lain.

“Sistim kapitalis liberal itu menciptakan jurang kesenjangan ekonomi di kalangan rakyat Indonesia yang sangat lebar,” terangnya.

Haryoko menilai, sistim kapitalisme liberal tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Karena itu, ia mendesak agar pemerintah kembali pada sistim ekonomi yang dimandatkan konstitusi, yakni pasal 33 UUD 1945.

Selain menggelar mimbar bebas, massa aksi KN-KPKR juga melakukan aksi teatrikal dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Pementasan teatrikal dilakukan oleh Komunitas Seniman Solo dan BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta (STAIMUS).

Di penghujung aksinya, massa aksi KN-KPKR ini membakar patung simbolis neoliberalisme.

Untuk diketahui, KN-KPKR merupakan gabungan dari sejumlah organisasi pergerakan rakyat di Solo, yakni Partai Rakyat Demokratik (PRD), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), APS, Sekber 65, PKL, paguyuban becak, dan Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo.

Sumarjono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut