Kematian Aktivis Mahasiswa India Picu Kemarahan

Sudipta Gupta, aktivis Federasi Mahasiswa India, ditemukan tewas di dalam penjara polisi di Kolkata, Benggala Barat India. Kematian aktivis mahasiswa di dalam penjara ini memicu kemarahan banyak pihak di negara India.

Menteri Perhimpunan India, Manish Tewari, menyerukan agar ada keadilan terhadap kasus ini. Sementara pihak keluarga korban menyatakan akan menempuh segala cara untuk mendapat keadilan atas kematian anaknya.

“Saya menginginkan keadilan dan penangkapan terhadap petugas polisi yang menyebabkan anakku mati,” kata Pranab Kumar Gupta, ayah dari Sudipta Gupta.

Politbiro Partai Komunis India- Marxist (CPI-M) dalam siaran persnya menuntut penyelidikan terkait kematian aktivis mahasiswa ini. CPIM juga menuntut pemerintah lokal bertanggung jawab atas pembunuhan aktivis mahasiswa di daerahnya.

“Pemerintah negara bagian harus bertanggung jawab terhadap penegakan hukum dan ketertiban di daerahnya, dimana aksi damai sebagai hak demokratis tidak ditoleransi,” tulis CPI-M dalam siaran persnya, Rabu (3/4).

Sebelumnya, pada tanggal 2 April 2013, Sudipta Gupta dan kawan-kawannya menggelar aksi damai menuntut pemilihan perhimpunan mahasiswa di kampusnya. Aksi protes tersebut mengantongi surat ijin dari pihak kepolisian.

Akan tetapi, entah kenapa, polisi membubarkan aksi tersebut dan menangkap Sudipta Gupta. Ketika dipenjara, Sudipta Gupta sudah mengalami sejumlah luka. Ia akhirnya meninggal di dalam penjara kepolisian.

Sudipta Gupta, 23 tahun, dikenal sebagai aktivis mahasiswa kiri. Ia dan kawan-kawannya terlibat dalam perjuangan untuk masyarakat yang lebih baik.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut