Kantor PT. Newmont Nusa Tenggara Disegel Rakyat

Puluhan massa dari Persatuan Rakyat Nusa Tenggara Barat (PR-NTB) kembali menyegel kantor PT. Newmont Nusa Tenggara (NTT). Aksi ini dilakukan sebagai tekanan agar divestasi 7% saham PT.NNT segera dilakukan.

Para aktivis PR-NTB, yang merupakan gabungan berbagai organisasi seperti LARD, PRD, LMND, FSNTBI, Studi Demokrasi Kebangsaan, dan Kajian Muda Sumbawa Barat, mulai menggelar aksinya di lapangan eks kantor Bupati Lombok Barat.

Disepanjang jalan, massa meneriakkan yel-yel berisi tuntutan untuk mempercepat divestasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Saat menyampaikan orasi, korlap aksi ini, Heriyadi, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh bertikai soal divestasi PT.NNT. Sebab, menurut Heriyadi, hal itu merupakan politik pecah belah yang sengaja dilakukan PT.NNT.

Sebagaimana kita ketahui, proses divestasi saham PT.NNT sekarang ini sedang terkendala oleh persaingan antara Pemprov NTT versus Pemda Sumbawa Barat. “Di belakang pihak Pemprov ada kepentingan PT. DMB yang teridentifikasi dekat dengan Bakrie, sedangkan di belakang pemda Sumbawa terdapat juga PT. Titan Metal yang teridentifikasi milik SBY.

Sementara itu, koordinator umum aliansi ini, Ahmad Rifai menegaskan bahwa pertikaian ini harus segera diselesaikan, karena hanya akan mengorbankan dan merugikan kepentingan rakyat NTB.

Yang perlu diperhatikan, menurut Ahmad Rifai, adalah bahwa proses pengalihan saham ini harus jatuh ke tangan kepentingan nasional, kemudian proses pemanfaatannya harus dirasakan oleh rakyat.

Dengan keuntungan bersih P.NNT sebesar Rp13 triliun per-tahun, maka proses divestasi ini diharapkan bisa memberikan keuntungan bagi negara, dan termasuk memberikan keuntungan kepada rakyat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut