Kandidat Kiri Tersingkir Di Pemilu Peru

Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) putaran pertama Peru, Minggu (10/4), menunjukkan keunggulan kandidat yang pro pasar bebas atau neoliberalisme.

Hasil sementara yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Nasional Peru menunjukkan, Keiko Fujimori mendapat suara terbanyak sebesar 39.4 persen, lalu urutan kedua ditempati oleh Pedro Pablo Kuczynski sebesar 24 persen.

Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh kandidat berhaluan kiri, Veronika Mendoza, dengan perolehan suara 16,7 persen.

(Baca juga: Perempuan Kiri Ini Berpeluang Jadi Presiden Peru)

Memang hasil di atas belumlah hasil akhir. Sejauh ini suara yang dihitung baru 56 persen. Suara dari pedalaman, terutama desa-desa, belum semuanya masuk. Jika Mendoza meraih dukungan signifikan dari desa, tentu peluangnya untuk bersaing dengan Pablo Kuczynski sangat besar.

Keiko Fujimori, anak perempuan dari diktator Peru Alberto Fujimori, sedang digoyang dengan isu kecurangan pemilu dan skandal korupsi. Namanya juga masuk dalam skandal “Panama Papers” yang mengguncang dunia baru-baru ini.

Keiko juga berhadapan dengan gelombang protes yang menentang pencalonannya, terutama masyarakat pribumi. Masyarakat pribumi trauma dengan era kediktatoran ayahnya, Alberto Fujimori.

Saat ini, Fujimori (77 tahun) sedang mendekam di penjara karena kasus korupsi dan kejahatan HAM. Salah satu kejahatannya adalah pemaksaan strelisasi kepada 270.000 perempuan.

Sedangkan Pablo Kuczynski adalah ekonomi berhaluan neoliberal. Dia adalah bekas pejabat di Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Mendoza, yang awalnya tidak diunggulkan, menjadi calon alternatif bagi rakyat Peru. Dukungan terhadapnya meningkat setelah kandidat lain, terutama Keiko Fujimori, digoyang isu korupsi dan kecurangan pemilu.

Meski peluangnya tipis, Mendoza tetap bersemangat. Kepada para pendukungnya dia berseru, “kita akan terus membangun politik alternatif untuk rakyat. Kita akan terus berjuang sampai menang.”

Dia mengucapkan terima kasih kepada pendukungnya yang telah bekerja keras salama kampanye. Dia menegaskan, metode kampanye yang berbeda, yang berdasarkan keyakinan ideologis dan integritas, terbukti efektif.

“Anda telah membuktikan bahwa kekuatan rakyat lebih kuat dibanding kekuatan uang,” ujarnya.

Pemilu putaran kedua direncanakan berlangsung pada tanggal 5 Juni mendatang.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut