‘Kampung Soekarno’ Dideklarasikan Di Surabaya

Kampung Soekarno.jpg

Peringatan Hari Kelahiran Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, berlangsung di Surabaya, Kamis (5/6) malam. Tepatnya di kampung kelahiran Soekarno, yakni kampung Pandean Peneleh Gang IV No. 40, Surabaya.

Partai Rakyat Demokratik (PRD) bekerjasama dengan warga setempat menggelar acara “syukuran dan refleksi” atas hari kelahiran ‘Putra Sang Fajar’. Selain dimeriahkan dengan orasi politik dan pementasan seni, peringatan kali ini juga diwarnai dengan deklarasi “Kampung Soekarno”.

Menurut Lutfi Arriyansyah, aktivis PRD yang menjadi inisator deklarasi ‘Kampung Soekarno’ ini, dalam kancah perjuangannya, Bung Karno melahirkan banyak sekali gagasan atau pemikiran politik.

“Kita harus kembali menggali gagasan dan fikiran-fikiran Bung Karno yang relevan untuk saat ini,” kata Lutfi.

Ia menjelaskan, ‘Kampung Soekarno’ akan menjadi wadah untuk menyebarkan gagasan-gagasan ideologi Bung Karno kepada masyarakat luas, seperti Marhaenisme, Pancasila, Trisakti, Persatuan Nasional, dan lain-lain.

“Kita harus mengambil api semangat perjuangan Bung Karno, bukan abunya. Jadi, yang penting sekarang ini, bagaimana menghidupkan kembali ajaran Bung Karno dan membumikannya dalam praktek,” ujar Lutfi.

Hal senada diungkapkan oleh M Ibrahim Abdullah, ketua RT IV RW XIII Pandean, kelurahan Peneleh, Surabaya. Menurutnya, sudah saatnya bangsa Indonesia mengingat dan meneruskan kembali semangat dan cita-cita perjuangan Bung Karno.

Acara peringatan Hari Kelahiran Bung Karno ini juga dihadiri oleh camat Genteng Surabaya, Eddy Christijanto. Ia sangat mengapresiasi pendeklarasian ‘Kampung Soekarno’ untuk penyebarluasan gagasan ideologis perjuangan Bung Karno.

Acara ini juga diisi dengan pementasan tari remo, pembacaan puisi dan ditutup dengan pemotongan tumpeng.

Kamaruddin Koto

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut