Mahasiswa UNIB Tolak Sistem Uang Kuliah Tunggal

UNIB.jpg

Ratusan mahasiswa Universitas Bengkulu, yang tergabung dalam Koalisi Peduli Pendidikan, menggelar aksi protes di depan gedung Rektorat kampusnya, Sabtu (7/6/2013).

Dalam aksinya mereka menolak pemberlakuan Sistim Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurut mahasiswa, sistim tersebut terbukti menambah beban biaya kuliah bagi mahasiswa.

“Sistem uang kuliah tunggal sudah terbukti gagal dan memberatkan mahasiswa. Ini juga menghilangkan tanggung-jawab negara dalam urusan pendidikan,” kata koordinator aksi, Hamid Muhaimin.

Menurut Hamid, melalui sistem UKT tersebut, biaya pendidikan di UNIB meningkat tajam dari Rp 1 juta menjadi Rp 5 juta. Akibatnya, kata dia, banyak mahasiswa dari kalangan keluarga miskin terancam tidak bisa mengakses biaya sebesar itu.

“Itu belum termasuk dengan biaya praktikum dan berbagai jenis pungutan liar lainnya,” kata dia.

Sudah begitu, kata Hamid, peningkatan biaya kuliah itu tidak selaras dengan pengadaan dan perbaikan fasilitas kampus. Menurutnya, masih banyak fasilitas kampus di UNIB yang tidak layak.

Aksi massa mahasiswa UNIB ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB di pintu gerbang masuk kampus. Lalu, setelah massa mencapai ratusan, massa aksi berbaris mendatangi tiap-tiap fakultas untuk mengajak mahasiswa lain untuk bergabung.

Tak lama kemudian, massa aksi bergerak menuju ke gedung Rektorat. Di sana mereka mendesak untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Rektor UNIB, Dr. Ridwan Nurazi.

Awalnya, sang Rektor menolak menemui massa aksi. Namun, karena massa aksi mengancam tidak akan beranjak dari gedung Rektorat kalau tidak ditemui langsung oleh Rektor, maka sang Rektor pun turun dan berdialog langsung dengan massa aksi.

Sayang, penjelasan sang Rektor kurang memuaskan mahasiswa. Karenanya, sebelum membubarkan diri, massa aksi mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Yusuf Sugiatno

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut