John Rabe, Sang Pahlawan Kemanusiaan

Kejam, mengiris hati sekaligus mengaduk-aduk emosi. Itulah yang sempat terasa kala melihat sebuah film yang merupakan kisah seorang ekspatriat asal Jerman, John Rabe. John Rabe adalah perwakilan perusahaan Siemens Jerman di Nanking saat pecah perang Sino-Jepang pada 1937 (sekarang daerah itu bernama Nanjing. Red).

Sang Sutradara, Florian Gallenberg begitu nyata menggambarkan invasi Jepang ke China yang berlangsung pada 1937. Setelah berhasil mencaplok beberapa wilayah China pada 1931 hingga 1933, Jepang merasa perlu untuk mengambil bagian dalam perebutan wilayah China ketika itu. Sebuah pertentangan dalam latihan militer antara pasukan Jepang dan China pada 1937 dijadikan dalih bagi pasukan Jepang untuk menggilas habis pasukan militer China termasuk juga seluruh masyarakatnya.

Film yang diambil dari kisah nyata ini diperankan aktor Jerman kawakan Ulrick Tukur sebagai John Rabe. Tokoh utama yang disebut-sebut sebagai The Hero of China karena telah menyelamatkan 200 ribu pekerja dan keluarganya dari pembantaian brutal pasukan militer Jepang di Kota Nanking pada 1937.

John Rabe sebenarnya sudah harus dipanggil kembali ke tanah airnya (Jerman. Red). Meski telah diperingatkan oleh sahabat dan istrinya, John Rabe bersikeras untuk tinggal dengan menggunakan keanggotaan Nazi-nya. Hal ini dilakukannya semata-mata demi menyelamatkan keluarga para pegawainya dari kekejaman pasukan militer Jepang.

“Yang paling sulit dalam pembuatan film ini adalah ketika kami harus berkomunikasi dengan orang-orang China dan Jepang, sementara mereka tidak bisa berbahasa inggris. Jadi semua pemain seakan-akan membutuhkan penerjemah termasuk juga saya,” ujar Florian antusias.

Selain itu, lanjut dia, kejadian ini masih sangat sensitif bagi pemerintah Jepang mengingat film ini menunjukkan betapa kejamnya pembantaian yang dilakukan pasukan militer Jepang ketika itu. Disebutkan, sebanyak 300 ribu rakyat China harus mati mengenaskan karena kejadian itu.

Film ini, kata dia, telah menjadi film terbaik di Jerman dan memenangi penghargaan Bavarian Award pada 2009-2010. Proses pembuatannya berlangsung hingga 1,5 tahun karena setting tempatnya ada di 2 negara. Yakni, China dan Jerman.

“Sisi kemanusiaan John Rabe memang lebih ditonjolkan. Mengingat sebenarnya dia bukanlah orang China melainkan orang Jerman yang kebetulan berbisnis di China. Tetapi, dengan keberanian dan keyakinannya atas nama kemanusiaan, ia mampu mempertaruhkan hidupnya demi rakyat China yang tengah mengalami penindasan teramat parah oleh kekaisaran Jepang ketika itu,” paparnya.

Film yang dibuat berdasarkan buku harian John Rabe ini juga menunjukkan menunjukkan sisi lain masyarakat China yang berlawanan dengan kesan yang diberikan pemerintahnya. Jika pemerintah China terkesan angkuh dan tak butuh orang asing, dalam pembantaian Nanking, justru terdapat potret masyarakat China yang tak mampu membela diri sendiri dan justru ditolong orang asing.

Nur Fitriana

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut